batampos.co.id – Marlin Agustina bersilaturahmi sambil makan siang bersama para Pemimpin Redaksi media massa multi-platform di, Kings Hotel, Sabtu (19/9/2020) pukul 12.00 WIB.

Acara yang dipandu Santi Larasati dari Batam FM ini dikemas santai, diselingi dengan canda tawa, sehingga mengalir cair.

Bahkan tak jarang Marlin yang didampingi tokoh wartawan di Kepulauan Riau, Ramon Damora dan Candra Ibrahim, berinteraksi dengan para awak media.

“Kami duduk di sini sebagai yang dituakan saja, tak terkait dengan posisi atau jabatan formal kami,” jelas Candra.

Dalam pertemuan tersebut, Marlin banyak memuji peran jurnalis dalam membangun Batam dan Kepulauan Riau.

“Kalau tak ada rekan-rekan media, mungkin Kota Batam dan Kepri ini tak akan semaju sekarang. Sebab, berkat informasi yang ditulis terjadi saling tukar pendapat dan meningkatkan wawasan masyarakat,” jelasnya.

Marlin Agustina bersama Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim yang juga Direktur Batam Pos Online (kanan), dan mantan Ketua PWI Kepri Ramon Damora (kiri) saat silaturahmi dengan para pimpinan media mainstream di Batam, Sabtu (19/9).

Hakikatnya, lanjut Marlin, media massa sebagai salah satu pilar demokrasi dalam kehidupan bernegara, memiliki kekuatan dalam proses pembangunan daerah yang berpihak kepada pelayanan kepada publik yang lebih baik.

Adapun media yang hadir saat itu adalah, Batam Pos, Batam Click, Tribun Batam, Warta Kepri, Media Kepri, Batam Today, Go Kepri, Keprisatu, Tanjungpinang Pos, Batamnews, Posmetro Batam dan Haluankepri.

Yang menarik, saat tanya jawab dengan wartawan, ada yang bertanya apa kelebihan dan kekurangan Marlin.

Dengan bijak, wanita yang banyak menjabat sebagai ketua organisasi masyarakat di Batam ini menjawab, bahwa kelebihannya cepat belajar.

Dia menjelaskan misal, saat pertama diminta untuk menjadi Ketua TP PKK. Awalnya kagok, gak paham. Namun Marlin cepat belajar sehingga saat ini banyak inovasi yang dia ciptakan untuk memajukan PKK Kota Batam.

Dalam catatan kami, hal yang sama juga Marlin lakukan saat didapuk sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam yang saat itu mati suri.

Namun seiring waktu, Dekranasda yang Marlin pimpin, sudah berkembang maju dengan batik Batam-nya, serta banyak lagi pemberdayaan masyarakat yang dia berdayakan melalui industri kecil menengah binaan Dekranasda.

Wajarlah jika Candra Ibrahim saat menyampaikan kesannya berkata, “Jarang saya ketemu ada perempuan Melayu secerdas ibu Marlin,” ujarnya. (*/uma)