batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merencanakan pembentukan kurikulum baru pendidikan nasional. Adapun, kurikulum itu rencananya akan diterapkan pada 2021 mendatangkan.

Atas wacana itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim pun mengatakan bahwa ini terlalu cepat. Pasalnya, Kurikulum 2013 (K13) saja baru diterapkan secara menyeluruh oleh sekolah di Indonesia pada tahun 2020.

“Jadi terlalu buru-buru, kenapa, karena K13 saja itu baru di revisi 2016, itu otomatis K13 secara efektif baru berjalan baru 4 tahun. Lagipula banyak sekolah di Indonesia mulai dari PAUD sampai SMA/ SMK itu baru menerapkan K13 mulai tahun di 2019-2020,” ujarnya, Minggu (20/9).

Kurikulum yang diusung oleh Mendikbud pada masa itu, yaitu Mohammad Nuh ini juga ditargetkan akan digunakan oleh seluruh satuan pendidikan pada 2020. Bahkan, proyeksinya hingga 2045 mendatang.

“Target Mendikbud dulu Pak Nuh pada 2013 adalah 2020 seluruh sekolah di Indonesia sudah melaksanakan K13 secara menyeluruh. Pak menteri jaman itu, itu diproyeksikan untuk menjawab tantangan dunia sampai 2045, itu sangat proyektif,” ucapnya.

Apalagi, rencana ini juga baru diumumkan pada tahun 2020. Jika berkaca pada K13, pengumuman serta pembahasan bersama stake holder itu sudah dilaksanakan 2 tahun sebelum diresmikan, yaitu sekitar tahun 2011.

“Ini kan tiba-tiba, Mas Menteri sampaikan beberapa bulan lalu, kita akan menyiapkan kurikulum baru. Berkaca di kurikulum 2013, itu prosesnya 2 tahun sebelumnya udah dibuka ruang diskusi, lalu partisipasi publik semua pemangku kepentingan harus dilibatkan,” imbuhnya.

Dia menilai Kemendikbud pasif dalam membentuk kurikulum itu. FSGI belum pernah diajak dalam pembahasan. “Sekarang kok rasanya main belakang, diam-diam. apalagi ini ditengah pandemi, kita sama saja mencuri waktu dan kesempatan. Orang lagi fokus ke PJJ, tiba-tiba kurikulum dirubah, ini kan memanfaatkan ya,” ungkapnya. (*/jpg)