Kamis, 23 April 2026

Kini di SMKN I Batam Ada Kelas Telkom

Berita Terkait

batampos.co.id – Kelas industri di SMKN I Batam bertambah setelah Kelas Industri Telkom yang didukung oleh Telkom Indonesia dibuka. Sebelumnya, sekolah yang dikepalai Lea Lindrawijaya ini sudah memiliki tiga kelas industri lain, yakni TDK, Schneider, dan Axioo.

Kelas Telkom ini merupakan pengganti kelas Axioo yang sudah tidak menerima siswa lagi. Namun Kelas Axioo sendiri masih bertahan hingga saat ini sebab siswa yang sudah duluan mendaftar, belum semuanya tamat. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang baru saja dilewati, kelas Axioo sudah tidak dibuka dan diganti dengan kelas Telkom ini.

Sebagai seremonial pembukaan kelas Telkom ini, jajaran petinggi Telkom wilayah Riau Kepulauan dan SMKN I Batam, menggelar acara peresmian Lab kelas Telkom dan penandatangan MoU di aula SMKN I Batam, Kamis (17/9) pagi.

Seremonial ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M. Dali. Kepala SMKN I Batam, Lea Lindrawijaya, menyambut baik dukungan dari pihak Telkom Indonesia tersebut. Kerja sama ini murni untuk kemajuan dunia pendidikan di Kepri khususnya di SMKN I dalam hal memberikan kompetensi kepada siswa bagian informasi.

”Untuk kelas Telkom ini masuk jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Sebelumnya memang ada kelas Axioo tapi karena satu dan lain hal maka diganti dengan kelas Telkom ini,” ujar Lea.

GM PT Telkom Wilayah Riau Kepulauan, Munnawir, mengatakan pembukaan kelas Telkom pertama di Kepri ini merupakan bentuk dukungan dari PT Telkom sebagai perusahaan BUMN untuk memajukan dunia pendidikan di Kepri. Dukungan ini tidak sebatas membuka kelas saja, tapi juga perlengkapan belajar, modul hingga sertifikasi tenaga pengajar yang akan mengajar di kelas Telkom tersebut.

”Dukungan penuh yang kami berikan. Nanti pun kalau ada tamatan dari sini yang berkompeten, akan kita rekrut langsung. Semua tamatan dari kelas Telkom ini akan disertifikasi untuk kompetensi yang dimiliki,” kata Munnawir.

Kadisdik Kepri, M Dali, dalam arahannya berharap agar kerja sama antara SMKN I dan pihak PT Telkom tetap berjalan dengan baik kedepannya, sehingga makin banyak program untuk meningkatkan kompetensi siswa SMKN I.

”Kita tahu bahwa data dari BPS sering menyebutkan angka pengangguran terbanyak disumbangkan oleh tamatan SMK. Ini yang harus kita benahi bersama. Sebenarnya bukan karena tak punya kemampuan, tapi lowongan kerjanya yang susah,” katanya.

Kompetensi untuk SMK, sambung dia, dinilai sudah sangat baik dan akan terus dibenahi ke depannya. ”Saya bersyukur karena Telkom bisa turut ambil andil untuk masalah ini sehingga ke depannya tamatan SMK bisa bersaing di dunia kerja,” ujar Dali.(*/jpg)

Update