batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan terus membuka gelombang hingga anggaran subsidi kuota gratis Rp 7,2 triliun terserap 100 persen. Di mana saat ini, data yang terkumpul untuk siswa baru 55,2 persen dan mahasiswa 63,7 persen.

Menanggapi hal itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji pun menyayangkan keputusan tersebut. Anggaran tersebut pun kata dia bisa direalokasikan ke kebutuhan yang lain, seperti penyediaan alat penunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta peningkatan kompetensi guru.

“Yang terjadi akhirnya uang rakyat kan terhamburkan, padahal kalau Rp 7,2 triliun itu dibagi itu sebagian untuk dibeli alat, pelatihan guru, subsidi internet jangan kuota pulsa, bisa pake indihome atau membuat RT/RW Net, Rp 7,2 triliun itu akan menyelesaikan sebagian permasalahan yang ada,” terangnya, Minggu (20/9).

Dia juga menyampaikan alasan Kemendikbud menargetkan penyerapan sampai 100 persen di karenakan takut anggaran tahun depan dipotong. Maka dari itu, kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim itu akan terus membuka gelombang sampai anggaran subsidi kuota terpakai.

“Iyalah (takut), kan tahun depan bisa aja dipotong, ngapain minta Rp 80 triliun, dikasih Rp 70 triliun aja ngga abis. Jadi DPR bisa kasih anggaran ke yang lain untuk pendidikan juga dikasih ke Kemenag buat madrasah, habisnya dikasih Rp 70 triliun, cuma dihabisi Rp 65 triliun doang, Rp 5 triliun dipindahin aja,” ungkapnya.

Dia pun kembali menyarankan, agar dana tersebut dapat efektif, alangkah baiknya anggaran itu segera direalokasi. “Kalau mau realokasi harus dari sekarang,” jelas dia.

Namun, pihak Kemendikbud jangan langsung memukul rata permasalahan yang ada dan perlu berdiskusi dengan semua pihak terkait, seperti dinas pendidikan (disdik) yang ada di daerah.

“Kemendikbud mau bikin rapat koordinasi dengan Disdik pendidikan se-Indonesia itu daerah butuhnya apa itu kan bisa dibagi-bagi sesuai dengan kebutuhan, pasti manfaatnya akan lebih terasa daripada semuanya dibeliin pulsa,” tutup Indra.

Seperti diketahui, sebelumnya Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani menyampaikan, akan memperpanjang waktu input data nomor handphone warga di satuan pendidikan untuk mendapatkan subsidi kuota gratis.

Gelombang kedua itu nantinya akan ditampung hingga bulan Oktober 2020. Akumulasi datanya pun sama. “Pada bulan Oktober ada (penyerahan data) pada tanggal 15 dan 28 Oktober. Demikian seterusnya (hingga data 100 persen),” tutur dia pada Selasa (15/9). (*/jpg)