batampos.co.id – Himpunan Kawasan Industri Korwil Provinsi Kepri menanggapi permintaan Tim Gugus Tugas Covid-19 agar dua perusahaan yang berada di kawasan industri untuk tutup sementara waktu.

Ketua HKI Korwil Provinsi Kepri, OK Simatupang, mengatakan, penutupan sementara bagi perusahaan yang karyawannya terpapar positif Covid-19 bukanlah solusi yang tepat.

Apalagi kata dia, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki ribuan tenaga kerja yang bertempat tinggal di luar Kawasan industri.

“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa awalnya para operator itu terjangkit bukan di lingkungan kerja. Mereka terjangkit di lingkungan tempat tinggal karena berinteraksi dengan masyarakat umum,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Para pekerja tersebut lanjutnya, tanpa sadar menjadi asimptomatik atau Orang Tanpa Gejala dan sekaligus carrier yang membawa penyakit dari luar lingkungan kerja kemudian menjangkit ke orang-orang di sekitar lingkungan kerjanya.

“Kalau langkah lockdown dilakukan? Pertanyaan kami ini, ribuan karyawan yang tinggal di luar tersebut, apakah ada yang menjamin mereka baik-baik saja dan tidak melakukan aktiviats sosial dengan masyarakat lainnya?,” ujarnya.

“Jangan sampai ketika di lakukan lockdown dan tidak bekerja, malah menjadi carrier dengan status OTG lalu merambat kemana-mana penyebarannya dan justru yang sangat membahayakan kita semua,” katanya lagi.

Pihaknya berpendapat, langkah yang terbaik adalah dengan melakukan 3T. Yaitu Tracing secara mendetail, kemudian Testing dengan dilakukan rapid test dan jika reaktif lakukan karantina secepatnya.

“Terakhir adalah Treatment, untuk memutuskan mata rantai penyebarannya,” tuturnya.

Kata OK, ada satu hal yang paling penting, yaitu mencegah kerumuman orang yaitu berlakukan Perwako 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya dalam pencegahan dan pengendalian Covid di Batam.
“Tanpa adanya punishment atau sanksi masyarakat kita masih mengganggap enteng masalah ini,” tuturnya.(esa)