batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) menginisiasi program ketahanan nasional yang dimulai dari keluarga guna mengantisipasi banyak angka perceraian yang timbul di tengah pandemi Covid-19.

“Ketahanan nasional dimulai dari keluarga. Kalau rapuh akan rusak ketahanan nasional,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, melalui keterangan tertulis, Selasa (22/9/2020) dilansir dari JawaPos.com.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini juga mengatakan bahwa angka perceraian di Indonesia cukup memprihatinkan dan itu merupakan penyebab utama rapuhnya ketahanan dalam keluarga.

“Perceraian di Indonesia perbandingannya 5 menikah dan 1 bercerai. Itu memprihatinkan karena perceraian melahirkan masalah sosial baru,” katanya.

Maka dari itu, untuk menekan angka perceraian ini harus dilakukan dengan meningkatkan kompetensi penghulu. Itu akan membuat kualitas mereka meningkat. “Penghulu ideal itu tidak hanya memiliki pemahaman agama yang bagus, mereka juga harus mengikuti dinamika keagamaan dan sosial di sekitarnya. Karena akan menjadi rujukan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu tugas penghulu tidak hanya mencatat tapi juga memberikan bimbingan pranikah, bimbingan calon pengantin, bimbingan pasca nikah dan bimbingan keluarga untuk mereka yang mau berkonsultasi. “Karena mereka perwakilan Kemenag di tingkat kecamatan. Jadi program itu harus bisa dijalankan untuk menekan angka perceraian,” jelasnya.(jpg)