batampos.co.id – Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang merupakan seorang narapidana melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kota Tangerang.

Dari Hasil penyelidikan awal, pelaku diduga sudah merencanakan aksi tersebut cukup lama.

“Dari keterangan awal teman satu sel yang bersangkutan, bahwa dia sudah melakukan (perencanaan) kurang lebih 5-6 bulan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Yusri mengatakan, pelaku diduga mendapat alat-alat untuk menggali tanah dan membuat lubang yang dipakai kabur dari lokasi pembangunan di dalam Lapas.

“Memang di dalam sel Lapas itu sedang ada pembangunan dapur,” jelasnya.

Saat ini penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap proses kaburnya tahanan tersebut.

Belum diketahui apakah ada pihak yang membantu pelaku kabur atau dia bekerja seorang diri.

Sebelumnya, dari rekaman closed circuit television (CCTV), terlihat narapidana mati asal Tiongkok itu keluar dari gorong-gorong Lapas Kelas I Tangerang. Berjalan, tidak tampak berlari, sebelum kemudian berbelok dan menghilang.

Sampai Senin (21/9/2020) narapidana bernama Cai Changpan alias Antoni alias Cai Ji Fan yang divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 19 Juli 2017 itu belum tertangkap kembali.

Otomatis peristiwa tersebut menjadi tamparan kesekian kali bagi Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti mengatakan, tim gabungan sudah dibentuk untuk menyelidiki kaburnya napi yang divonis terbukti bersalah menyelundupkan sabu-sabu seberat 110 kilogram tersebut.(jpg)