Sabtu, 18 April 2026

Daerah 3T Dapat Dana Bos Lebih Besar pada 2021

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan akan meningkatkan penerimaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pada 2021 di setiap sekolah. Khususnya di daerah 3T atau kawasan terluar, tertinggal dan terdepan Indonesia.

Hal itu akan terjadi setelah Kemendikbud akan merubah penghitungan biaya satuan BOS Reguler. Di mana tidak hanya melihat jumlah siswa dalam sekolah, tetapi juga berdasarkan indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari BPS. Serta indeks besaran peserta didik (IPD) per sekolah di suatu daerah. Jadi peningkatan tertinggi adalah untuk daerah yang paling membutuhkan.

“Kabar gembiranya adalah tidak akan ada sekolah tahun depan yang (dana, Red) BOS-nya turun, banyak sekali sekolah kecil dan tertinggal akan meningkat BOS-nya tahun depan,” ungkap dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Rabu (23/9).

Adapun, dana tersebut akan bertambah sekitar Rp 2,5 triliun yang direalokasi dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. “Untuk membantu sekolah-sekolah di daerah-daerah yang paling tertinggal dan terluar yang rata-rata jumlah muridnya jauh lebih kecil,” imbuhnya.

Rincian biaya satuan yang akan dialokasikan per siswa, untuk SD adalah sekitar Rp 900 ribu sampai Rp 1,96 juta per siswa. Lalu, untuk jenjang SMP dari Rp 1,1 juta sampai Rp 2,48 juta. Kemudian di SMA dari rentang Rp 1,5 juta hingga Rp 3,47 juta. Sedangkan untuk SMK, dari Rp 1,6 juta sampai Rp 3,72 juta. Dan SLB sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 7,94 juta.

“Di SD itu jumlah kabupaten yang naik nanti Dana BOS di 2021 ada 377 kabupaten (dari 137) akan naik BOS-nya, SMP 381 (dari 133), SMA 386 (dari 128), SMK 387 (dari 127) dan SLB 390 (dari 124),” terang Nadiem.

Kata dia, akan ada banyak kabupaten yang selama ini mungkin tidak dilihat kondisi khususnya, tidak ada penghitungan BOS yang afirmatif (kesetaraan). Tapi kini telah mendapat perhatian dan dikoreksi.

“Kami berhasil dan berterima kasih atas dukungan Kemenkeu dalam perjuangan ini, bahwa tidak bisa semua sekolah dengan kondisinya masing-masing di samakan, sekolah yang lebih membutuhkan bantuan kita akan menerima uang lebih. Ini suatu kabar gembira bagi sekolah di 3T dan sekolah yang jumlah muridnya kecil,” pungkasnya. (jpg)

Update