batampos.co.id – Paket internet gratis yang dibagikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terbagi menjadi dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota belajar jauh lebih besar ketimbang kuota umum.

Dilansir dari JawaPos.com, Mendikbud Nadiem Makarim pun memberikan penjelasan alasan kedua paket dibuat berbeda. Kemendikbud tidak ingin ada penyalahgunaan subsidi kuota yang diberikan cuma-cuma.

Apalagi, anggaran negara yang digelontorkan untuk program ini tidak sedikit, mencapai sekitar Rp 7,2 triliun.

“Tentunya pemerintah melakukan subsidi sebesar ini untuk memastikan bahwa ini benar-benar digunakan untuk pembelajaran dan bukan untuk fungsi-fungsi lainnya,” ujarnya dalam siaran Youtube Kemendikbud RI, Jumat (25/9/2020).

Maka dari itu, untuk bagian all net atau bisa menggunakan semua aplikasi itu porsinya lebih kecil. Namun, khusus untuk aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan pembelajaran diberikan kuota yang lebih besar.

“Dan kami akan terus menyempurnakan daftar ini (aplikasi pembelajaran). Kalau ada yang komplain yang belum kami masukkan, kita akan senantiasa terus menambahkan aplikasi-aplikasi lainnya yang ada, ini adalah kuota pembelajaran,” imbuhnya.

Nadiem mengatakan, subsidi kuota tidak dimaksudkan untuk bermain game atau hal-hal di luar pembelajaran.

“Bukan untuk main game atau untuk entertainment, bukan untuk nonton-nonton video yang menarik,” katanya.

Oleh karena itu, Kemendikbud membagi jenis subsidi kuota seperti saat ini. “Jadi, ini adalah salah satu pengawalan bahwa ini adalah anggaran dari pemerintah dan ditujukan untuk tujuan pembelajaran,” ujar dia.

Sebagai informasi, subsidi kuota internet untuk peserta didik PAUD sebesar 20 GB per bulan. Rinciannya yaitu kuota umum 5GB dan kuota belajar 15 GB.

Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan. Rinciannya, kuota umum 5 GB dan kuota belajar 30 GB.

Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 42 GB per bulan. Rinciannya, kuota umum 5 GB dan kuota belajar 37 GB.

Sedangkan, subsidi kuota internet untuk mahasiswa dan dosen diberikan sebesar 50 GB per bulan. Rinciannya yakni 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Daftar laman aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan bisa dilihat di http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.(jpg)