batampos.co.id – Seiring penuhnya kapasitas RSKI Galang dan semakin terbatasnya ruangan RS rujukan dalam kota sudah mulai disikapi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Batam. Kepala Gugus Tugas yang juga Wali Kota dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyiapkan Asrama Haji Batam di Batam Center untuk menampung pasien positif Covid-19, jika dalam keadaan darurat.

”Kalau darurat betul, kita siapkan Asrama Haji. Yang sakit atau punya gejala dan punya sakit lain, tidak banyak. Orang Tanpa Gejala (OTG) semua kita titipkan,” kata Rudi, kemarin.

Selain itu, pihaknya menyiapkan dua rusun, baik milik BP Batam maupun Pemko Batam sebagai cadangan, jika jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah. Karena saat ini, semua rumah sakit hampir penuh dengan pasien, seperti RSKI Covid-19 Galang hampir 482 orang.

”Rusun ada dua yang disiapkan. Akan disiapkan cadangan kalau pasien Covid-19 bertambah. Yang tidak sakit (OTG) yang dikirim ke sana (rusun). Jadi, dokter medis kita siapkan di rusun. Yang sakit dibawa ke RS,” paparnya.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, kapasitas ruang perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit rujukan memang sudah terisi penuh.

Alhasil, pemda saat ini memanfatkan Rusun BP Batam di Tanjunguncang sebagai rumah sakit darurat tambahan.

”Sebanyak 14 rumah sakit rujukan sekarang sudah full, termasuk RSKI Galang. Makanya kita menjadikan Rusun BP Batam di Tanjungucang sebagai rumah sakit darurat tambahan,” kata Didi, kemarin.

Dikatakan Didi, Rusun BP di Tanjunguncang itu dijadikan rumah sakit darurat mulai dioperasikan hari ini (kemarin, red). Untuk para petugas kesehatannya sementara, baru hanya ada dari Dinkes Batam.

”Karena penambahan pasien positif Covid-19 saat ini kebanyakan asimptomatik (tanpa gejala alias OTG, red). Itu tidak membutuhkan perawatan khusus. Tapi untuk pasien Covid-19 yang disertai penyakit bawaan tetap dilarikan ke rumah sakit rujukan yang ada,” ucapnya. (*/jpg)