batampos.co.id – Sebanyak 43 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Batam yang beranggotakan 400 orang masa bakti tahun 2020-2025 dilantik di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Jumat (25/9/2020).

Pengurus Pokdarwis dilantik oleh Seketaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata.

Jefridin berharap anggota yang dilantik dapat melaksanakan tugas yang diberikan diantaranya mendata destinasi wisata yang sudah dikelola.

Sehingga Batam kembali menjadi daerah destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“SK (Surat Keputusan) sudah dibacakan muda-mudahan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan ikhlas sehingga Batam kembali menjadi daerah kunjungan wisata mancanegara,” pintanya.

Sekda Kota Batam, Jefridin bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, berfoto bersama dengan pengurus dan anggota Sadar Wisata Kota Batam. Foto: Media Center Pemko Batam.

Diketahui pada 2019 lalu, Jefridin menyampaikan Kota Batam penyumbang terbesar wisatawan mancanegara setelah Bali.

“Berkat bapak ibu Batam nomor kunjungan wisman setelah Bali,” terangnya.

Di era pandemi Covid-19, ia meminta senantiasa menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19 di Kota Batam.

“Saat ini disebut masa new normal, kita harus memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan guna mencegah Covid-19,” ucapnya.

Ia menginformasikan, Indonesia bakal memproduksi vaksin sebanyak 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini masih uji klinis.

Diharapkan kabar baik ini dapat memberikan angin segar kepada dunia pariwisata Kota Batam.

“Kalau sudah terjadi kelebihan Batam, hotel melimpah ruah, orang Singapura, Johor datang, begitu dibuka Batam jadi tujuan utama,” jelasnya.

Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata, berharap setelah dilantik para anggota dapat merapatkan barisan dan menciptakan program yang mengairahkan dunia pariwisata.

“Di antaranya menyusun dokumen kerja tim, mendata Pokdarwis yang sudah terbentuk, mendata destinasi wisata yang dikelolah pokdarwis sebelumnya, memverifikasi Pokdarwis, membuat program kerja, melakukan koordinasi Pokdarwis di kelurahan dan di kecamatan,” pintanya.(*/esa)