batampos.co.id – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Ekonomi dan Industri RI mendorong sektor pariwisata untuk cepat pulih, sebagai salah satu upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Bintan merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan di Kepri selain Batam, jadi target percepatan pemulihan tersebut.

Itu sebabnya, Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) kali ini digelar di Bintan, Kepri.

Sebelumnya, Rakorpim serupa digelar di Pulau Dewata, Bali.
Tidak tanggung-tanggung, delapan menteri dan sejumlah kepala lembaga setingkat menteri diboyong menghadiri rapat terbatas di area Laguna Bintan Resort, Kawasan Wisata Bintan Resort, Lagoi, 25-26 September 2020.

Dilansir dari Harian Batam Pos, delapan menteri yang hadir, yakni Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite PC-PEN, Airlangga Hartarto; Menko Polhukam, Mahfud MD; Menteri Parekraf, Wishnutama; Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto; Menteri UKM dan Koperasi, Teten Masduki; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto; dan Kepala PNPB, Letjen TNI Doni Monardo.

Selain itu, hadir Wakil KPK, Alexander Marwata; Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani; Asisten Sekda Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum; Wali Kota Batam, Muhammad Rudi; dan Asisten Adminsitrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bintan, Supriyono.

Airlangga mengatakan, pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama. Salah satu sektor yang terpukul berat akibat pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata.

Oleh karenanya, sektor pariwisata harus benar-benar didorong
untuk pemulihan ekonomi nasional.

Diselenggarakannya kegiatan ini di kawasan wisata Bintan Resort Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, karena menurutnya, Kepri termasuk salah satu zona hijau di Indonesia.

Dia menyebutkan, selain Bali, Kepri memberikan sumbangsih
besar dalam angka kunjungan wisatawan baik mancanegara
maupun domestik.

Para Menko, menteri, dan kepala lembaga foto bersama di sela rapat koordinasi Pimpinan (rakorpim) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional di area laguna Bintan resort, kawasan wisata Bintan resort lagoi, Jumat (25/9/2020). Foto: Slamet Nofasusanso/Batam Pos

”Jumlah turisnya biasa mencapai 3 juta. Tapi hari ini turisnya hampir nol,” ujarnya.

Kemudian, ia mengatakan, sektor pariwisata dalam setahun bisa menyumbang pemasukan devisa sekitar 15 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Tapi kali ini, baik Bali dan Kepri mengalami penurunan, sehingga pendapatannya turun sekitar 90 persen.

Oleh karena itu, lanjutnya, sektor pariwisata harus terus didorong untuk pemulihan.

Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event tersebut di Lagoi.

”Ini kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di destinasi wisata Lagoi, Bintan,” tuturnya.

Dalam Rakorpim ini, pemerintah kembali melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian dan realisasi program PC-PEN, sebagaimana dilaksanakan setiap pekan oleh Komite.

Dia juga menjelaskan, pelaksanaan protokol kesehatan dengan kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam rangka mengurangi tingkat infeksi Covid-19 perlu disertai dengan penegakan disiplin.

“Bahkan, perlu melibatkan aparat keamanan, Polri, dan TNI secara aktif, disertai dengan pengenaan tindakan, mulai dari teguran hingga tindakan pidana,” tegas Airlangga.

Uji coba penegakan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan di 8 plus 1 provinsi dengan tingkat infeksi dan penularan tinggi (zona merah) telah menunjukkan hasil yang baik.

Penegakan disiplin ini pun akan terus dipertahankan beberapa bulan ke depan, supaya semua zona merah menjadi zona kuning dan kemudian ke zona hijau.

Pendekatan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara klaster juga mulai menghasilkan kemajuan, sehingga isolasi akan dilaksanakan berdasarkan sumber penularan tanpa mengorbankan tempat lain.

”Kita belajar bahwa pendekatan one size fit all tidak tepat, karena memang setiap lokasi, klaster memang beda. Sehingga program penanganan Covid-19 pun akan berbeda pula sesuai dengan karakter lokasi/klaster tersebut,” jelasnya.

Langkah ini akan diperluas dan dilanjutkan supaya tingkat imunitas masyarakat meningkat secara signifikan hingga vaksin ditemukan dan terdistribusi dengan baik.(jpg)