batampos.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Beijing terkait vaksin Sinovac. Untuk mengecek secara langsung pembuatan dan kualitas dari vaksin Sinovac tersebut. Sehingga tidak sembarangan diberikan kepada masyarakat.

“BPOM akan melakukan on site visit ke fasilitas Sinovac di Beijing untuk melihat secara langsung kualitas dari vaksin tersebut,” ujar Retno usai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin (28/9).

“Sekali lagi ini merupakan salah satu bagian dari kehati-hatian dalam mempersiapkan vaksin yang akan digunakan di Indonesia,” ‎tambahnya.

Retno menambahkan dari laporan yang ia dapatkan bahwa uji klinis vaksin virus Korona atau Covid-19 berhasil dilakukan. Artinya uji klinis tersebut tidak menimbulkan efek yang berat.

“Kami memperoleh informasi bahwa laporan yang diterima sampai saat ini, uji klinis berjalan dengan lancar dan tidak diperoleh laporan efek yang berat,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap kesiapan Biofarma dalam memproduksi vaksin Sinovac tersebut. Nantinya tim akan kembali bertolak ke Bandung, Jawa Barat, untuk melakukan pengecekan.

“Tim ahli Sinovac telah melakukan kunjungan ke Bandung untuk meninjau production site vaksin Biofarma dan sekaligus melakukan observasi pelaksanaan uji klinis fase ketiga yang tengah dilakukan di Bandung dan sekitarnya,” ungkapnya.‎

Lebih lanjut, Retno berujar, pemerintah terus melakukan komunikasi soal vaksin dengan Sinopharm dan G42. Nantinya bila telah sepakat dari komunikasi tersebut. Maka tahap selajutnya adalah melakukan uji klinis.

“Ini sekali lagi merupakan langkah yang diambil oleh otoritas di sini, dalam hal ini BPOM, yang sangat hati-hati untuk memastikan safety, efikasi dan quality dari vaksin tersebut,” pungkasnya.(jpg)