batampos.co.id – Berinvestasi merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mencapai kemerdekaan keuangan dalam kehidupan yang tenteram. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang dinamis dan terus berubah, investasi harus dilakukan dengan tepat.

Investment Strategy Director & Chief Economist Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, dibutuhkan pendalaman dan analisis yang mendalam untuk memutuskan akan berinvestasi untuk masa depan. Sebab, kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat masa depan tidak sesuai ekspektasi. Yang awalnya berharap untung namun karena salah ambil keputusan malah merugi.

Menurutnya perencanaan, pengkajian hingga menentukan keputusan dalam investasi merupakan hal yang sangat penting. Apalagi, untuk milenial atau investor pemula disarankan untuk menghindari saham berbasis komoditas.

Pasalnya, saat ini harga komoditas sangat berbeda dari periode 20 tahun sebelumnya. Bahkan diperkirakan beberapa tahun ke depan harga komoditas masih tidak jelas.

“Jadi jangan tergoda bisa cepat kaya dengan saham (komoditas) sebab kalian dibesarkan saat komoditas booming. Tetapi masa depan berubah di mana yang dibutuhkan itu creative comodity dan produk manufaktur. Maka perlu dipersiapkan skill terbaik apa,” ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (26/9).

Budi menyebut, dulu perekonomian Indonesia sangat mengandalkan komoditas. Namun ke depannya berbeda.

Dirinya juga menyarankan investor pemula untuk tidak termakan gaya hidup yang saat ini mayoritas glamor dan melupakan kesempatan untuk mulai berinvestasi. “Saya sarankan ke milenial selain belajar investasi saham, ada investasi lain yaitu terkait di talenta,” imbuhnya.

Untuk memulai investasi, baik itu di pasar saham, reksa dana ataupun obligasi (SBN), perlu dilihat kemampuan keuangan. Ia melihat banyak milenial lebih memilih gaya hidup meski dari sisi finansial tidak menopang. “Hidup itu murah, tapi yang mahal itu gengsi kendalikan gaya hidup,” tutupnya.(jpg)