batampos.co.id – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama perusahaan asal Korea Selatan, Hansol, dapat mengolah air limbah menjadi air baku 230 liter/detik.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, IPAL merupakan solusi untuk ketersediaan air bersih di Kota Batam.

IPAL lanjutnya dipusatkan di Bengkong Sadai yang dapat menghasilkan air baku baru untuk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Limbah domestik yang diolah di IPAL memiliki mutu baku yang baik bagi lingkungan dan dapat digunakan kembali sebagai air baku,” jelasnya, Senin(28/9/2020).

Ia menjelaskan, IPAL mampu menghasilkan air baku 230 liter per detik. Sehingga dapat membantu mengatasi krisis air baku.

Infografis aliibenk/batampos.co.id

Kata dia, IPAL dapat menjaga kualitas air baku waduk dari limbah domestik dan mengurangi menjamurnya eceng gondok.

Serta akan mendukung pelayanan dan keandalan sistem pengelolaan air minum (SPAM) di Kota Batam.

“Mekanismenya, air limbah domestik dari rumah-rumah warga akan dialirkan dengan menggunakan pipa dan sebelum diteruskan ke IPAL di Bengkong Sadai, sampah dan sedimen limbah domestik akan dipisahkan di lima stasiun pompa,” paparnya.

Ia melanjutkan, setelah masuk ke IPAL, limbah domestik akan diolah dengan menggunakan teknologi bakteri.

“Bakteri-bakteri ini kita disimpan di dalam rumah bakteri dengan kedalaman sekitar 5,5 meter,” tuturnya.

Iyus menjelaskan, limbah domestik yang telah dimakan oleh bakteri akan kembali diolah sedimentasinya yaitu berupa lumpur dan diolah menjadi pupuk siap pakai dengan jumlah 18 meter kubik/hari.

“IPAL memiliki luas lahan 7 hektar yang dapat menghasilkan air baku baru 230 liter per detik,” tuturnya.(esa/adv)