batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam membatalkan rencana pembelian gas melon atau elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram (kg) menggunakan kartu Brizzi.

Hal itu karena kondisi masyarakat yang banyak kesulitan di masa pandemi covid-19.

Dilansir dari Harian Batam Pos, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, rencana pembelian gas melon dengan kartu Brizzi sebenarnya bertujuan agar penyaluran gas bersubsidi itu tepat sasaran.

”Jadi, kan rencananya kalau ada yang beli gas melon, harus menunjukan kartu Brizzi. Nah, kartu ini hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu,” ujar Gustian, Minggu (27/9/2020).

Apalagi selama ini, banyak warga mampu yang memanfaatkan gas melon untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha.

Padahal, gas bersubsidi itu mestinya diperuntukkan bagi warga miskin atau tak mampu.

Menurut Gustian, rencana penerapan itu sudah dibicarakan dengan Pertamina, dan perusahaan pelat merah itu sepakat dengan rencana tersebut.

Kemudian, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kelurahan. Namun, tiba-tiba terhenti karena pandemi covid-19.

”Awalnya sudah fix (tetap), tapi melihat kondisi seperti ini, tak mungkin rencana tersebut dilangsungkan. Lihat kondisi masyarakat serbasusah juga. Jadi kami batalkan dulu rencana itu,” terangnya.

Ilustrasi gas tiga kilogram. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Di sisi lain, Gustian menegaskan bahwa persediaan gas melon di Batam cukup hingga akhir tahun 2020.

Pihaknya sudah mengkalkulasi berapa jumlah warga miskin, pangkalan dan agen LPG bersubsidi.

Mengenai adanya kelangkaan, menurut Gustian, itu karena tak adanya pengawasan dari Pertamina. Pertamina dinilai tak melakukan pengawasan saat penyaluran elpiji ke pangkalan.

”Pengawasan Pertamina ke pengecer tak ada. Sementara mereka juga tak berkoordinasi dengan kami dalam pengawasan, mereka mengambil alih sendiri,” pungkas Gustian.

Sebelumnya, rencana penerapan sistem distribusi secara langsung untuk elpiji 3 kg akan dilakukan tahun ini.

Masyarakat yang boleh membeli gas bersubsidi tersebut, hanya yang memiliki kartu khusus sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, Manager Communication and CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, mengatakan, belum ada arahan lebih lanjut dari Kementrian ESDM terkait sistem distribusi elpiji tepat sasaran.

Namun pada prinsipnya, Roby menegaskan bahwa Pertamina siap melaksanakan arahan pemerintah.

”Jadi saat ini masih dengan sistem distribusi yang sudah ditetapkan pemerintah selama ini,” katanya.(jpg)