batampos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan di Korea Selatan sedang menyusun rencana untuk mempercepat pengembangan industri rumput laut (seaweed).

Inisiatif untuk mengembangkan industri rumput laut Korea sebagai industri makanan berbasis ekspor senilai 12,8 Triliun Rupiah (1 Triliun Won) pada tahun 2024, ini akan dilaksanakan terutama oleh pengoperasian K·FISH secara global.

K·FISH adalah merek nasional ekspor perikanan Korea di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan. K·FISH menetapkan standar baru untuk produk akuatik; memenuhi peraturan dan kriteria evaluasi pemerintah Korea Selatan yang ketat dalam hal kualitas. Hanya produk laut yang memenuhi pedoman-pedoman ini yang diizinkan untuk menggunakan nama K·FISH.

Rumput laut yang bisa dimakan disebut laver atau gimLaver Korea menyumbang setengah dari pasar rumput laut laver di dunia. Pada tahun 2017, ekspor rumput laut kering Korea melonjak sejumlah 50,3% dan momentum ini berlanjut: pada tahun 2019, Korea menghasilkan 25 miliar lembar rumput laut, 40% di antaranya diekspor.

Rumput laut dihasilkan dari alga. Ada tiga kondisi yang harus sepadan dan seimbang yaitu “alga, suhu air, dan garam”. Selain itu, juga perlu sinar matahari yang mencukupi.

Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Bagi orang asing, seaweed dikenal sebagai rumput dari laut. Dengan meningkatnya perjalanan dan juga pengaruh dari budaya Korea, saat ini rumput laut sangat diminati dan diterima secara luas oleh orang-orang di seluruh dunia.

Lebih lanjut, karena manfaat kesehatan yang diperoleh dari rumput laut itu sendiri, saat ini banyak orang yang menerima rumput laut sebagai bagian dari makanan mereka.

Rumput laut mengandung banyak vitamin, serta yodium yang bisa meningkatkan kesehatan tiroid. Rumput laut juga sangat rendah kalori, menjadikannya pilihan yang baik untuk menikmati camilan tanpa terlalu khawatir tentang diet Anda.

“Di Korea, dengan nasi sebagai makanan pokok, kami makan rumput laut sebagai lauk saat makan. Di pasar global lainnya, rumput laut lebih dikenal dengan makanan ringan,” kata Lee Dong Jun – direktur pengelola K·FISH Malaysia dengan antusias.

Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Rumput laut yang serbaguna bisa dibuat menjadi berbagai produk yang berbeda, yang salah satunya disebut Seaweed Snack 김스낵 (dibaca: gim-snek). Ini adalah pilihan camilan yang populer di Korea, dan memasuki pasar berbagai negara di seluruh dunia secara perlahan.

Ada berbagai jenis camilan rumput laut, yang mungkin berupa kombinasi rumput laut dan daging ikan, atau rumput laut dan bahan-bahan seperti kelapa, biji-bijian, ikan teri, dll. Ada aneka ragam makanan ringan rumput laut Korea yang belum bisa ditemukan di negara lainnya.

Di Indonesia, beberapa merek makanan ringan rumput laut Korea tersedia di beberapa pasar Korea atau pasar lokal. Salah satu perusahaan tersebut, yaitu Mu Gung Hwa Supermarket, khusus menghadirkan berbagai produk camilan rumput laut.

Meskipun ada sebagian yang tersedia secara online, namun sebagian besar camilan rumput laut tersedia di seluruh toko jaringan supermarket Mu Gung Hwa. Namun, makanan ringan rumput laut yang tersedia di berbagai gerai mungkin bervariasi; Anda dapat mengunjungi gerai yang berbeda untuk mengetahui apa saja produk yang tersedia disana. Anda juga dapat menemukan snack seaweed di e-commerce Shopee Indonesia.

Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Banyak merek makanan ringan rumput laut regional juga menggunakan rumput laut kering Korea sebagai bahan bakunya. Produsen camilan rumput laut lokal di Indonesia yang tertarik untuk berkolaborasi dengan K·FISH dapat menghubungi Mr. Lee Dong Jun dan tim K·FISH di Malaysia.

Sebagai inisiatif pemerintah Korea Selatan, menghubungkan komunitas bisnis Indonesia, Malaysia, Singapura, dengan produsen dan mitra yang disetujui di Korea, merupakan salah satu tujuan dari pendirian Pusat Dukungan Dagang K·FISH di Kuala Lumpur, Malaysia. K·FISH bisa membantu kolaborasi dan kerjasama bisnis pihak terkait, serta menemukan lebih banyak peluang bisnis.

Saat ini K·FISH memiliki kantor di berbagai ibu kota dan wilayah secara global. Di kawasan ASEAN, pusat K·FISH ada di Kuala Lumpur, Bangkok, dan Ho Chi Minh memegang peran utama dalam memfasilitasi temu bisnis dan perdagangan makanan laut Korea Selatan.

K·FISH juga akan berpartisipasi dalam pameran makanan lokal untuk mempromosikan produk makanan laut lebih lanjut dari Korea.

Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Tahun lalu, K·FISH berpartisipasi dalam SIAL Interfood Jakarta 2019, yang diselenggarakan di JIExpo, dengan harapan dapat mempromosikan produk makanan laut Korea yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk mengimpor camilan rumput laut (seaweed) atau bahkan produk SEAFOOD lainnya dari Korea Selatan ke Indonesia, silakan hubungi Kantor Perwakilan Pusat Dukungan Dagang Makanan Laut Korea di Malaysia, yang bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia.

K·FISH juga aktif menghadiri pameran di Indonesia, dengan harapan dapat mempromosikan produk Makanan Laut Korea dan mendukung perusahaan Indonesia dalam berbisnis dengan Korea Selatan. Anda dapat menghubungi Kantor Perwakilan tersebut melalui [email protected] untuk detail lebih lanjut, atau kunjungi situs web mereka www.kfishtrade.com untuk melihat produk.(*)