batampos.co.id – Kasus baru Covid-19 di Batam masih terus bertambah dan dikhawatirkan 14 rumah sakit rujukan kembali penuh, maka selain menjadikan rumah susun (rusun) milik BP Batam dan Pemko Batam, serta Asrama Haji, sebagai alternatif tempat penanganan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, terus mencari alternatif tempat penanganan lainnya.

Salah satunya, menyiapkan fasilitas berstandar VIP, seperti hotel dan apartemen sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19 untuk kalangan masyarakat ekonomi atas.

Ketua Bidang Kesehatan, dr Didi Kusmarjadi, SPoG mengungkapkan, ada dua lokasi yang bisa dijadikan tempat isolasi mandiri VIP. ”Ada Apartemen Baloi dan Hotel Sentosa,” sebut Didi, Senin (28/9).

Namun, untuk dua tempat itu, pasien positif harus membayar sendiri atau menggunakan biaya pribadi. Sementara untuk yang isolasi tidak dipungut biaya, disiapkan Rusun BP Batam, dan rumah sakit untuk pasien positif Covid-19 penuh. ”VIP itu buat yang mau saja. Yang gratis kita siapkan Rusun BP jika RS penuh semua,” katanya.

Menurutnya, RSKI Galang masih mampu melayani pasien Covid-19. Namun jika ada pasien yang mau menggunakan apartemen dan hotel, dipersilakan. Bisa dipakai ekspatriat dan golongan masyarakat ekonomi atas.

”Keunggulan hanya di fasilitas saja. Bisa untuk golongan atas, jika tidak mau ke RSKI Galang atau rusun,” tambahnya.

Dari hotel dan apartemen yang tersedia di Batam, baru dua itu yang siap menampung pasien Covid-19. Sementara Harris Hotel di Marina, Batam, yang sebelumnya direncanakan menampung pasien positif dari perusahaan di Kawasan Industri Mukakuning, batal dilakukan.

”Hotel yang mau menampung positif tidak banyak. Saya sudah tanya ke Harris, tidak mau. Vista Hotel juga tidak mau. Kita tawarkan hotel dari pada kosong, mending dimanfaatkan. Kan setelah digunakan bisa disterilkan,” imbuh Didi.(*/jpg)