batampos.co.id – Aldyno Heryanda, mahasiswa Politeknik Batam mengalami kerugian puluhan juta akibat kehilangan sepeda motor, Sabtu (19/9/2020) malam.

Motor tersebut dibawa kabur pelaku yang sebelumnya mengaku hendak membeli motor tersebut.

Dilansir dari Harian Batam Pos, pelaku pencurian tersebut meminta dilakukan pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD) di kawasan Seraya, Lubuk Baja.

Aldy mengatakan, sebelum kehilangan sepeda motor Yamaha NMax BP 4616 QQ, ia bersama rekannya berniat menjual motor tersebut.

Kemudian, rekannya mengunggah motor itu di salah satu akun jual beli di media sosial Facebook (FB).

”Kenal sama pelaku itu dari teman. Teman yang memposting (unggah) di FB,” ujar Aldy, Senin (28/9/2020) siang.

Usai berkomunikasi dengan pelaku, mereka sepakat untuk COD di kawasan Seraya, Lubuk Baja. Kemudian, ia mendatangi pelaku.

”Saya datang sendiri, dan pelakunya sudah di lokasi. Dia (pelaku) mau ngecek motor dan STNK, kemudian beralasan ingin test drive (uji berkendara),” kata pria 21 tahun ini.

Saat itu, kata Aldy, pelaku beralasan akan melakukan test drive di sekitar lokasi, sekaligus melakukan penarikan uang di ATM.

Sehingga, ia mengizinkan pelaku hingga membawa STNK motor dan helm miliknya tersebut.

”Saya sama sekali tak curiga dengan pelaku,” ungkapnya.

Aldy menambahkan, setelah 15 menit melakukan test drive,
pelaku tak kunjung kembali. Hingga, ponsel pelaku tak aktif.

”Keesokan harinya, saya melapor ke polisi,” tegasnya.

Aldy mengaku setelah kejadian berusaha mencari motor dan helm miliknya tersebut. Dengan melihat unggahan di akun jual beli di Facebook.

”Akhirnya saya lihat helm yang biasa saya gunakan dijual. Ada tandanya dan sama persis,” terang warga Legenda Bali, Batam Kota ini.

Ia kemudian berpura-pura menjadi pembeli. Hingga ia bertemu dengan penjual bernama Rahmat.

”Rahmat ini akhirnya dibawa ke Polsek,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Harus
Baltasar Nasution, menyebut sudah mengantongi identitas
pelaku.

”Yang menjual helm itu hanya disuruh pelaku. Intinya masih lidik (penyelidikan),” tegas Haris.(jpg)