batampos.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki sejumlah stimulus menarik untuk memulihkan sektor pariwisata di daerah yang sangat terdampak sekali dari pandemi Covid-19, seperti Kepri.

Stimulus tersebut tidak jauh-jauh bentuknya dari protokol kesehatan (protkes). Tujuannya, untuk meningkatkan kepercayaan wisawatan mancanegara (wisman) dan wisawatan Nusantara (wisnus) agar berkunjung ke Kepri.

”Kondisi sektor pariwisata sangat memprihatinkan karena menjadi sektor paling terdampak dan mengalami kontraksi tajam, sehingga semua daerah destinasi dan tujuan utama seperti Bali, Kepri, Yogyakarta, Sulawesi Utara mengalami kontraksi ekonomi yang tajam,” kata Menteri Parekraf, Wishnutama dalam acara Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), akhir pekan lalu di Laguna Bintan.

Dari hasil analisis, persoalan paling utama bukan daya beli para wisatawan, melainkan tingkat kepercayaan yang belum pulih dari ketakutan penularan Covid-19, saat melakukan perjalanan wisata.

Adapun program baru untuk sektor pariwisata, yakni paket vaksin pariwisata. Wisatawan akan mendapatkan prioritas untuk vaksinasi berbayar. Program ini dimulai pada akhir tahun.

Kemudian pemberian subsidi rapid test antigen untuk para wisatawan. Untuk anggarannya, masih dilakukan pembahasan anggaran dan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).

Selanjutnya, hibah pariwisata yang akan diberikan untuk mendorong industri pariwisata kembali bergerak dan secara bertahap menjadi penggerak perekonomian daerah maupun nasional.

Adapun bentuk hibah ini, yakni subsidi pajak bagi hotel dan restoran. Anggaran tahap awal sebesar Rp 3,3 triliun, dimana alokasi bantuan sesuai proporsi kontribusi setoran pajak per restoran dan hotel pada 2019.

Kriteria hotel dan restoran yang mendapat hibah yakni memiliki izin usaha dan data sesuai wajib pajak serta berdiri dan beroperasi hingga Juli 2020. Hibah dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 70 persen untuk pengusaha, dan tahap kedua sebesar 30 persen untuk kas pemerintah daerah. Rencana peluncuran pada bulan ini.

Sementara itu, kebijakan berikutnya, yakni reaktivasi industri pariwisata. Caranya, dengan pemberian diskon 50 persen paket wisata dari Oktober hingga Desember.

Kebijakan ini harus dilakukan dengan diiringi pemberian vaksin atau subsidi rapid test untuk meningkatkan kepercayaan dari sisi demand.

Terakhir, voucher pariwisata. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat umum melalui diskon paket yang ditawarkan oleh agen-agen perjalanan melalui sistem online.

Data penerima manfaat, yakni berdasarkan data dari asosiasi, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau profesional seperti travel online, serta jaringan travel online seperti Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asosiasi Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO), dan lain-lain.

Program ini diyakini dapat memberikan efek berantai pada sektor usaha yang bergantung pada pariwisata, seperti hotel, restoran, kafe, toko suvenir, dan lain-lain.

Rencana mekanisme stimulus dibagi atas dua periode, yakni periode pertama berupa diskon paket wisata dan periode kedua diskon tambah voucher bundling untuk kuliner dan fashion. Rencana anggaran mencapai Rp 2,4 triliun.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri senang mendengar wacana tersebut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Kepri, Buralimar, mengatakan, beberapa di antara program tersebut telah dikoordinasikan dengan pihaknya. ”Sosialisasi reaktivasi sudah beberapa kali kami lakukan. Semoga segera terealisasi,” ucapnya.(*/jpg)