batampos.co.id – Beberapa pihak mengaku mendapat kuota gratis setelah menggunakan nomor ponsel baru yang sudah didaftarkan, akan tetapi tidak sesuai dengan yang dikatakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Hasan Chabibie pun menyampaikan bahwa itu bukan bantuan resmi dari Kemendikbud.

“Saya mendapat bantuan kuota tapi tidak sesuai, ini perlu kami sampaikan, apabila ada kuota besaran tidak sesuai terlebih menggunakan nomor baru itu bukan bantuan kuota resmi Kemendikbud, itu bukan dari kami,” imbuhnya pada Bincang Pendidikan dan Kebudayaan secara virtual, Selasa (29/9).

Menurutnya, itu kemungkinan berasal dari operator itu sendiri yang melakukan inisiatif dalam mendukung program Belajar dari Rumah (BDR).

“Mungkin itu inisiatif dari operator memberikan itu, kalau dari kami itu tidak dalam bentuk kartu perdana, tapi bentuk kuota yang kami isi ke nomor yang didaftarkan,” terangnya.

Hingga tahap kedua ini, pihaknya telah mengumpulkan data peserta didik dan pendidik berjumlah 27,3 juta untuk dikirimkan kuota gratis.

“September ini kita sudah mengirim 27.305.495 ke provider, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, PAUD, kesetaraan, SLB, mahasiswa vokasi, mahasiswa akademi, guru maupun dosen,” ujarnya.

Dia mengatakan, yang paling sedikit mendapat bantuan adalah sekolah kesetaraan dengan jumlah penerima 26.525. Sementara untuk penerima terbanyak berasal dari jenjang SD, yakni berjumlah 11.377.504 penerima.

“SMP itu 5.323.548, SMA 3.124.361, SMK 3.028.027, PAUD 846.360, SLB ada 29.050, mahasiswa vokasi di politeknik 60.281, mahasiswa akademik 2.005.781, guru 1.358.959 dan 125.099. Ini update tadi pagi,” pungkasnya. (*/jpg)