batampos.co.id – Berkas perkara dugaan korupsi Kabag Hukum Pemko Batam, SHM, akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (29/9/2020).

Berkas tersebut telah disusun menjadi dakwaan yang nantinya dibacakan pada sidang perdana. Dialnsir dari Harian Batam Pos, Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi, menjelaskan berkas dakwaan tersangka SHM berjumlah hampir 100 halaman, yang terdiri dari dakwaan subsider dan primer, keterangan saksi hingga data barang bukti.

”Karena dakwaan sudah lengkap, hari ini (kemarin, red) kami limpahkan ke Pengadilan
Tipikor,” terang Fauzi kepada Batam Pos di ruang kerjanya, kemarin.

Dengan pelimpahan ini, maka status SHM resmi menjadi tahanan Pengadilan Tipikor.

”Jadi kami tinggal menunggu siapa majelis hakim dan jadwal sidangnya. Mudah-mudahan secepatnya disidang, ” terang Fauzi.

Menurut dia, isi surat dakwaan hampir sama seperti yang disampaikan beberapa waktu lalu ke publik. Yakni, penetapan SHM sebagai tersangka setelah Jaksa penyidik menemukan dugaan gratifikasi yang menyeret nama Kabag Hukum ini.

”Dua minggu di dalam penjara, kondisi tersangka sehat,” tegas Fauzi.

Diketahui, SHM ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi setelah menerima uang dari pengusaha, S, sebesar Rp 585 juta.

Modusnya, diduga dengan menyalahgunakan jabatannya menjanjikan proyek kepada pengusaha tersebut.

Namun, hingga satu tahun sejak pemberian uang, proyek itu tak juga didapatkan. Atas perbuatan Hari, jaksa menjeratnya dengan pasal 11 UU 31 Nomor 99 atau ke-2 pasal 12 huruf a, dan pasal 12 huruf e.

Ancaman hukuman minimal 1 dan 4 tahun penjara. Saat pemeriksaan, Hari juga menitipkan dana dugaan gratifikasi Rp 560 juta kepada jaksa penyidik.(jpg)