batampos.co.id – Menjelang triwulan terakhir 2020, berbagai kegiatan diharapkan bisa berjalan dengan baik dalam waktu yang sudah ditentukan. Termasuk, pembahasan

dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2021. Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, pihaknya
sudah berkoordinasi dengan DPRD Batam terkait hal yang perlu dikejar hingga akhir
tahun nanti.

”Tadi saya ke dewan, ketemu Pak Kamaluddin (Wakil Ketua DPRD Batam). Beliau menyampaikan, Insyaallah sebelum 30 November, APBD 2021 sudah disetujui dan diketuk palu,” kata Syamsul, Selasa (29/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia mengungkapkan, Pjs hanya meneruskan program ataupun rencana yang sudah dikerjakan sebelumnya. Menurut informasi, untuk tahun 2021 mendatang, target APBD
sebesar Rp 2.958.014.346.872.

”Nantinya tim Banggar dari Pemko dan DPRD Batam akan saling berkoordinasi. Sehing-
ga bisa mempercepat pembahasan dan pengesahan tidak molor dari target yang sudah
ada,” harapnya.

Syamsul mengaku, sudah menyampaikan harapan agar dewan mendukung program Pemko Batam yang akan dijalankan. Termasuk, untuk program-program yang sudah
dialokasikan di anggaran 2020.

Sehingga, sebelum akhir tahun, program pembangunan berjalan dengan baik.

”Mohon dukungan dan kerja sama dari kedua belah pihak, tentang bagaimana di akhir tahun anggaran ini bisa terserap dengan baik” jelasnya.

Sementara untuk tahun 2020 ini, Syamsul menyampaikan, bahwa dirinya hanya menjalankan visi, misi serta program dan kegiatan yang telah disusun dan diharapkan mencapai target.

”Baik dari sisi waktu, target fisik, keuangan, apalagi di akhir tahun ini diharapkan dorongan dan daya serap dana APBD bisa tinggi. Sehingga dapat membantu perputaran di tingkat masyarakat,” ujar Syamsul.

Ditanya terkait persentase program yang sudah berjalan, Syamsul mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, ia berjanji akan memintakan data dari Sekdako Batam, Jefridin.

”Implementasinya sudah dititipkan di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), untuk segera dilaksanakan. Peran DPRD melalui fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan, diharap bisa mempercepat realisasinya,” harapnya.

Pada tahun 2021 mendatang, target APBD sesuai KUA PPAS, sebesar Rp 2.958.014.346.872. Ditargetkan, angka ini diperoleh dari pendapatan daerah sebesar Rp 2.893.014.346.872.

Anggaran itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp
1.331.729.301.836. Kemudian, ada pendapatan transfer yang diproyeksikan sebesar Rp 1.451.313.945.036.

Sementara, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 109.971.100.000.
Kemudian, untuk belanja daerah pada rancangan APBD 2021, Pemko memproyeksikan
sebesar Rp 2.958.014.346.872.

Selain itu, belanja operasional sebesar Rp 2.422.497.423.759. Belanja modal sebesar Rp
525.516.923.113, dan belanja tidak terduga sebesar Rp 10.000.000.000.

Sementara, untuk pembiayaan daerah sebesar Rp 65.000.000.000.(jpg)