batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang menangkap
tiga perampok, Minggu (27/9/2020) lalu. Ketiga pelaku yakni; Alimudin, 50; Ismanto, 40; dan Yusuf Putra, 40.

Ketiganya yang bekerja sebagai petani ini, beraksi di RT 02/RW 05 di Sei Buluh, Kelurahan Sembulang, Galang, pada Rabu (29/7/2020) lalu.

Mereka menggasak uang tunai dan emas dari rumah korban dengan total mencapai
Rp 150 juta.

”Kita mendapatkan laporan korban yang merupakan suami-istri. Dari laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol
Andri Kurniawan, Selasa (29/9/2020).

Pelaku ditangkap Minggu (27/9/2020) lalu di tiga lokasi yang berbeda. Yusuf dan Ismanto
diamankan di wilayah Jodoh, Batu Ampar, dan Alimudin diamankan di kediamannya
di Mangsang, Seibeduk.

Dalam aksinya, pelaku menyekap dan mengancam korban menggunakan senjata tajam. Adapun, barang berharga yang dibawa kabur pelaku yakni 20 cincin emas, 10 gelang tangan, dua gelang kaki, tiga kalung, tiga pasang anting, dan uang tunai Rp 57 juta.

”Hasil curian itu dibagi rata dan beberapa sudah dijual,” kata Andri.

Andri menjelaskan, ketiga pelaku memiliki peran yang berbeda. Alimudin sebagai otak perampokan, Yusuf bertugas masuk ke rumah, serta Ismanto memantau situasi dari luar rumah korban.

”Ada dua orang pelaku lagi yang DPO (Daftar Pencarian Orang) dan masih kita kejar,”
tegas Andri.

Sementara itu, dari pengakuan Alimudin, ia sudah mengincar rumah korban selama dua pekan. Saat itu, ia bekerja tak jauh dari rumah korban, yang memang memiliki warung bahan pokok.

”Saya sekarang kerja jadi kuli bangunan. Kadang berkebun di Galang,” ujar warga Mangsang, Tanjungpiayu ini.

Hal senada disampaikan Yusuf. Ia mengaku, merampok karena desakan ekonomi. Selama ini, warga Graha Mas, Sekupang ini bekerja di Malaysia. Namun, ia juga bercocok tanam di wilayah Galang.

”Malaysia lagi lockdown dan kembali ke Batam. Karena enggak ada kerjaan tetap dan butuh uang (akhirnya merampok, red),” tutupnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun
penjara.(jpg)