batampos.co.id – Membaca adalah inti dari pendidikan. Sayangnya, budaya membaca di Indonesia masih sangat rendah.

Data The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan, budaya membaca di Indonesia termasuk yang paling rendah dari tahun ke tahun.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, untuk mengejar kemampuan membaca saja, kita butuh 45 tahun, dan mengejar ketertinggalan Sains, dibutuhkan waktu 75 tahun.

Gerakan literasi ‘Indonesia Cinta Membaca’ mengajak para bunda bisa mencerdaskan anak dengan gerakan mendongeng atau story telling.

Bicara soal literasi sebenarnya bukan hanya kemampuan membaca tapi juga memahami membaca.

“Saat ini belum banyak diterapkan kebiasaan membaca di usia dini. Apalagi sekarang anak-anak lebih akrab dengan gadget, dan kebiasan mendongeng juga berkurang. Kita ingin ada gerakan literasi Indonesia Cinta Membaca, memastikan agar anak-anak punya kebiasaan membaca usia dini,” kata Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation, Eddy Hendry, dalam Webinar baru-baru ini.

Lalu bagaimana cara mudah mendongeng bagi bunda agar bisa dipahami anak? Penggagas Gerakan Literasi Sekolah Satria Dharma menambahan, perlu ada kesadaran akan pentingnya penguasaan literasi membaca sejak dini, oleh semua pihak.

ILUSTRASI. Sejak kecil, anak-anak pasti senang mendengar dongeng. Maka bunda biasanya membacakan dongeng untuk buah hati mereka sebelum tidur. (Parenting)

Reading is the heart of education. Anak yang tiap hari sekolah tapi tidak membaca, sebenarnya dia tidak mendapat pendidikan. Tidak ada gunanya guru berbicara dan mengajar setiap hari, karena dengan hanya mendangar maka anak-anak tidak mendapat pendidikan,” jelas Satria Dharma.

Bandingkan dengan di Thailand. Siswa SMA di sana wajib membaca 5 judul buku, di Amerika Serikat 32 judul buku.

“Di SMA Indonesia, 0 judul. Ini fakta yang sangat menyakitkan. Jadi anak-anak kita rabun membaca dan tidak menulis. Prestasinya rendah. Dari 41 negara, kita hanya peringakt 39 PISA,” ujar Dharma.

Pendongeng Awam Prakoso memberikan tips, seperti saat ia mendirikan Kampung Dongeng Indonesia. Upayakan mulai membiasakan membaca dari tingkat keluarga.

1. Persiapan sebelum mendongeng

Membuat atau memilih cerita sesuai tema, usia anak, dan pahami ceritanya. Menyiapkan media peraga bla diperlukan. Berlatih secukupnya. Menyiapkan tempat bercerita, bila dilakukan oleh guru.

2. Lebih kreatif

Membuka pertunjukan dongeng bisa dengan tebak-tebakan, diselingi lagu-lagu ringan, dan permainan kreativias.

3. Harus menyenangkan

Saat mendongeng, jangan terburu-buru dan harus tetap menyenangkan. Boleh menggunakan improvisasi, dan libatkan anak dalam bagian-bagian tertentu.

4. Tanya jawab

Anak bisa bertanya dan ibu menjawab apa saja yang dijelaskan dalam alur cerita.

5. Gambarkan alur dan tokohnya

Mendongeng ditutup dengan tanya jawab tokoh alur dan alur cerita, atau menggambar tokoh atau salah satu seting dalam cerita.(jpg)