batampos.co.id – Jajaran Polresta Tangerang masih mendalami kasus vandalisme musala oleh Satrio, 18. Hasil penyelidikan awal, diduga tersangka salah mengartikan agama islam yang sesungguhnya.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, pelaku mengaku kerap menonton perjuangan islam pada zaman nabi di YouTube. Sehingga dia merasa perbuatannya mencorat-corat musala benar.

“Motif pelaku adalah merasa tindakan yang dia lakukan pada saat itu benar, karena selama ini pelaku selalu menonton film agama islam melalui youtube tentang perjuangan islam di masa nabi,” kata Edy, Kamis (1/10).

Edy mengatakan, tersangka diduga salah kaprah mengartikan perjuangan islam di zaman nabi. Sehingga dia merasa kesal melihat lingkungannya yang tidak sesuai dengan kondisi pada zaman dulu.

Sementara itu, saat disinggung kemungkinan Satrio masuk dalam aliran sesat, Edy belum bisa memastikan. “Masih dalam penyelidikan dan penyidikan penyidik,” tegasnya.

Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan sebuah musala di Kabupaten Tangerang dicorat-coret oleh seseorang menggunakan cat pilox hitam. Seisi musala penuh dengan coretan, mulai dari dinding, sajadah, papan tulis lemari buku, hingga Alquran.

Coretan tersebut terbilang sangat tidak pantas. Pelaku menuliskan berbagai kalimat hinaan. Seperti ‘anti islam’, ‘anti hinaan’, ‘saya kafir’, ‘islam tidak dirodhoi’, bahkan tulisan Allah dalam bahasa arab dicoret dengan tanda silang.

Lokasi vandalisme ini terjadi di musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Terjadi pada Selasa (29/9) pukul 15.30 WIB.(jpg)