batampos.co.id – Tensi Pilkada Serentak 2020 mulai memanas seiring dimulainya kampanye terbuka sejak akhir pekan lalu. Termasuk di Batam yang akan menyelenggarakan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta Kepri yang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Dalam kampanye, sejumlah pasangan calon kepala daerah pun menyampaikan misi dan misi.

Ketua PWI Kepri Candara Ibrahim mengatakan Pilkada ini sejatinya bukan hanya perebutan kekuasaan, tapi juga adu gagasan. Gagasan yang paling baik dan masuk akallah yang paling layak dipilih oleh rakyat. Namun sejauh ini, ia belum melihat pasangan calon kepala daerah beradu gagasan untuk membangun daerah.

“Sejauh ini, belum nampak pasangan calon kepala daerah beradu gagasan untuk membangun daerah. Gagasan dimaksud juga belum ditularkan kepada rakyat melalui tim sukses masing-masing,” ujar Candra Ibrahim, Kamis (1/10).

Menurutnya, yang terjadi saat ini baru sebatas rebutan panggung untuk menarik calon pemilih, tanpa uraian apa yang akan dikerjakan jika kelak terpilih memimpin daerah. Akibatnya, banyak janji terlontar, beberapa di antaranya kurang realistis dan tidak mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Tak hanya itu, lanjutnya, paslon juga belum banyak menyesuaikan dengan situasi pandemi covid-19 kini. Kampanye tatap muka masih menjadi pilihan, padahal cara itu rentan terjadi kerumunan yang bisa menjadi carier (pembawa) covid-19. “Mestinya, paslon menyesuaikan metode kampanye virtual. Contoh kampanye yang dilakukan Cawako Solo Gibran Rakabuming patut diapresiasi,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan paslon dan timses sebaiknya lebih memaksimalkan kampanye atau penyampaian program melalui media, baik cetak, online, elektronik atau virtual. Cara sosialisasi dengan menggunakan media online ini keunggulannya minim sentuhan dari manusia ke manusia yang menjadi medium penyebaran covid-19.

“Manfaatkan media online seluas-luasnya karena jangkauannya pun tak terbatas. Ingat pesan Presiden Jokowi, jangan sampai pilkada ini menyebabkan terjadinya cluster baru penyebaran pandemi covid-19,” tegas Pembina JMSI Kepri ini. (*/uma)