Selasa, 28 April 2026

Harga Cabai dan Sayuran Meroket

Berita Terkait

batampos.co.id – Harga cabai dan sayur-sayuran di sejumlah
pasar tradisional di Kota Batam, naik signifikan sejak beberapa
pekan terakhir.

Hal ini terjadi akibat musim hujan dan cuaca buruk, sehingga cabai dan sayuran mudah busuk serta banyak daerah produsen, mengalami gagal panen.

Andi, pedagang sayuran di Pasar Fanindo, Tanjung Uncang,
mengatakan, harga cabai dan sayur-sayuran yang tinggi hampir terjadi di semua pedagang pasar tradisional.

Pasalnya, di tingkat distributor dan agen, harga sayuran sudah naik.

”Harga naik karena banyak daerah penghasil mengalami
gagal panen,” katanya, Jumat (2/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Hal senada juga dikatakan Dodi, petani sayur-sayuran di daerah Marina, Tanjung Uncang.

Disebutkannya, hujan sebulan terakhir menyebabkan banyak
tanaman sayur terserang hama. Hama-hama ini menyerang batang sayur sehingga menyebabkan sayur menjadi layu dan mati.

”Kalau musim hujan begini juga enggak bagus untuk sayur. Banyak yang gagal panen,” katanya.

Di Pasar Fanindo, sayur bayam yang biasanya dijual Rp 3.000 per kg, saat ini dijual Rp 12 ribu per kg.

Begitu juga dengan sayur kangkung, harganya mencapai Rp 16 ribu per kg.

”Kita ambil (beli) di kebun saja sudah Rp 9.000 per kg. Belum lagi nanti yang enggak terjual bisa-bisa kita rugi banyak,” ucapnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Dreamland, Sekupang. Sayuran yang biasanya dijual Rp 5 ribu per ikatnya, kini dijual Rp 11 ribu per ikatnya.

Harga sejumlah komoditi pangan di Kota Batam mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, terutama sayur-sayuran dan cabai. Foto; Dhiyanto/batampos.co.id

Begitu juga dengan cabai, dari normalnya Rp 24 ribu per kg, kini dijual Rp 48 ribu per kg.

”Memang lagi naik. Kalau dijual di bawah harga itu, tak ada untung,” ujar Simon, pedagang sayur di pasar tersebut. Naiknya harga cabai dan sayuran ini juga berdampak terhadap konsumsi masyarakat.

Banyak masyarakat yang mengurangi pembelian karena harganya melonjak tinggi.

”Biasanya banyak yang beli satu kilogram, sekarang seperempat kg saja,” tuturnya.

Salah seorang warga, Mirna, merasa resah dengan terus meningkatnya harga cabai dan sayur-sayuran ini.

Karena, kedua komoditas ini merupakan salah satu bahan pokok yang harus ia beli untuk memenuhi kebutuhan memasak.

”Bagaimana lagi, karena kita butuh ya harus beli. Cuma naiknya melonjak kali,” ucapnya.

Sementara di Pasar Botania 1, Batam Center, harga cabai merah besar dijual antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kg.

Seperti diungkapkan Agus, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut. Ia menjual cabai Rp 55 ribu per kg. Harga tersebut naik drastis dari Rp 30 ribu per kg pada pekan lalu.

”Naiknya sekitar Rp 25 ribu per kg,” terang Agus, Jumat (2/10/2020).

Menurut dia, banyak pembeli kaget dengan kenaikan harga cabai yang cukup drastis.

Apalagi, pada akhir pekan lalu, harga cabai masih bisa dikatakan normal.

”Hari Minggu kemarin masih Rp 30 ribu, Senin naik jadi Rp 55 ribu. Ya pembeli kaget lah,” imbuh Agus.

Disinggung penyebab kenaikan harga cabai, Agus mengaku tak tahu pasti. Tapi ia sempat dapat informasi dari distributor, karena cabai mahal di daerah penghasil.

”Kalau tak salah, karena memang sudah mahal di daerah Medan dan Jawa sana,” terang Agus.

Hal senada dikatakan Edy, pedagang sayur di pasar tradisional Nongsa. Menurutnya, harga cabai naik jadi Rp 50 ribu per kg.

”Seminggu sebelumnya, cabai masih Rp 28-30 ribu. sekarang sudah Rp 50 ribu. Memang mahal banget, banyak pembeli mengeluh,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia berharap pemerintah bisa segera menekan lonjakan harga cabai dan sayuran lainnya.

Mengingat, kondisi masyarakat sedang dalam masa sulit akibat pandemi covid-19.

”Yang naik itu tak hanya cabai. Bawang merah Jawa juga naik.
saat ini Rp 40 ribu per kg-nya,” imbuh Edy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam,

Gustian Riau, tak menampik adanya lonjakan harga cabai dan bawang untuk pasaran Batam. Alasan kenaikan dari distributor, karena banyak gagal panen.

”Pasokan cabai di daerah penghasil banyak gagal panen. Penyebabnya karena hujan terus menerus,” ujar Gustian.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya akan menggelar rapat dengan seluruh distributor pada Senin (5/10/2020) depan.

Rapat itu akan membahas soal ketersediaan stok. Terutama akan memasuki akhir tahun.

Menurut dia, rapat juga akan membahas harga-harga bahan pangan yang mengalami kenaikan.

Jangan sampai kenaikan itu menyusahkan masyarakat di masa pandemi ini.

”Agar harga tak melonjak drartis lagi, terutama untuk cabai dari Medan yang memang ada MOU (nota kesepahaman) dengan kami,” pungkas Gustian.(jpg)

Update