Jumat, 23 Januari 2026

Ketika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Dunia Belum Tentu Kembali Normal

Berita Terkait

batampos.co.id – Ratusan tim peneliti di seluruh dunia tengah berupaya untuk membuat vaksin untuk membunuh virus Covid-19. Dari rangkaian penelitian tersebut, saat ini sebelas di antaranya calon vaksin tersebut sudah menginjak pada tahap ketiga uji klinis kepada manusia. Pemerintah Kerajaan Inggris (UK) telah mendapatkan akses kepada enam calon vaksin potensial yang kemungkinan akan tersedia pada musim semi tahun depan.

Sebuah laporan dari grup multidisiplin yang disokong oleh Royal Society, Delve (Data Evaluation dan Learning for Viral Epidemics) menyatakan bahwa, ada sejumlah tantangan serius untuk membuat vaksin Covid-19. Di antaranya adalah hambatan dalam pembuatan serta penyimpanannya. Kemudian, masih ada pertanyaan, sejauh mana vaksin efektif membasmi virus korona. Lalu, masih ada pula pertanyaan mengenai kepercayaan publik.

Kepala Departemen Teknik Kimia di Imperial College, London, Prof. Nilay Shah, menyatakan bahwa, akan ada tiga vaksin yang bakal tersedia pada Maret tahun depan. Pertanyaannya adalah, apakah ketiganya bakal efektif serta mampu melewati tes administratif.

’’Meski vaksin mungkin tersedia pada musim semi, itu akan butuh waktu lama untuk bekerja. Mungkin akan butuh setahun lagi,’’ ungkap dia seperti dilansir dari Guardian.

Sedangkan Kepala Imunology di Imperial College, Prof. Charles Bangham mengungkapkan bahwa vaksin tidak bisa serta-merta menyulap kehidupan di dunia menjadi seperti sedia kala, sebelum virus Covid-19 menyerang. ’’Walau itu efektif, itu tidak akan akan membuat dunia kembali normal sepenuhnya. Ada banyak hal yang akan menyertainya,’’ terang dia.

Lalu, masih ada pertanyaan lanjutan mengenai efektivitas vaksin tersebut. Salah satunya adalah munculnya concern bahwa vaksin-vaksin itu bakal kurang efektif bagi para lansia, dibandingkan dengan orang-orang yang lebih muda. Jika demikian, siapakah nanti yang mendapatkan prioritas untuk divaksinasi terlebih dulu saat vaksin sudah siap?

Ada tantangan yang berkaitan dengan suplai dan efektivitas jika vaksinasi diterapkan secara massal untuk memunculkan herd immunity. ’’Kita harus pastikan ada sepuluh juta dosis untuk UK, dan jutaan lainnya untuk seluruh dunia,’’ papar Shah. Dia menambahkan, kepecepatan vaksinasi tersebut harus mampu sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan imunisasi untuk flu biasa.

Sementara itu, mengenai kepercayaan publik, Dr Zania Stamataki, seorang peneliti imunologi viral di Universitas Birmingham menyatakan bahwa, vaksinasi perdana sangat krusial. ’’Saat pertama kali vaksin dirilis, kita harus memberikan upaya terbaik untuk memastikan bahwa itu aman untuk digunakan,’’ ungkap dia. (*/jpg)

Update