batampos.co.id – Kepala BP Batam yang tengah cuti, HM Rudi, menegaskan bahwa dia akan melanjutkan proyek-proyek infrastruktur di Kota Batam. Dengan dua mesin, Pemko dan BP Batam, Rudi menargetkan, di periode kedua 2020-2025 nanti, akan ada capaian spektakuler di Batam.
“Jadi, nanti di tahun depan, insya Allah akan kita lanjutkan pembangunan infrastruktur. Mengapa demikian? Sebab dengan jalanan yang lebar, maka orang-orang akan senang ke Batam. Pariwisata kita akan tumbuh. Saya ingin Batam kembali jadi surga belanja buat wisatawan Nusantara,” ucapnya, saat silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, RT, RW, dan para relawan Kecamatan Batam Kota, Senin (5/10).
Saat ini, tampilan fisik beberapa jalan utama di Batam sudah terlihat lebar dan rapih. Beberapa video udara yang dibuat netizen juga mudah ditemukan di kanal youtube menceritakan perubahan jalan di Batam. Hanya di beberapa titik masih menggantung, misalnya di jalur underpass Pelita sampai simpang Pollux Habibie.
Untuk hal itu, Rudi punya alasan. “Dulu saya deal-nya dengan Pak Nurdin (mantan Gubernur Kepri yang kini dipenjara) untuk melebarkan jalan itu, karena memang pengerjaannya kita bagi antara APBD Kota dan provinsi. Namun karena politiknya berbeda dengan gubernur sekarang, jadi terkendala,” kata Rudi.
Dia menambahkan, jika tak ada aral melintang, fly over (jalan layang) di simpang Kepri Mall yang sempat tertunda, akan dibangun tahun depan. Hal ini untuk melengkapi fly over Laluan Madani yang sudah digunakan di Simpang Jam.
“Insya Allah, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan memulai. Kita doakan tak ada kendala lagi,” ajak walikota non-aktif itu. Rudi cuti sejak 26 September hingga 5 Desember untuk mengikuti pilkada 2020.

Rencananya terus menggesa pembangunan infrastruktur ini tidak terlepas dari misinya menggairahkan kembali sektor wisata. Di sisi regulasi, Rudi juga ingin Batam kembali menjadi surga belanja barang-barang elektronik dan barang branded, sehingga menarik turis dalam negeri. “Kita sudah titipkan ke pusat revisi regulasinya,” ucap suami Marlin Agustina itu.
Terkait peran BP Batam, Rudi menyebutkan, konsentrasinya ke pengembangan pelabuhan laut. Hanya saja, pihak Pelindo II yang rencananya ikut di Batuampar, nampaknya batal. Maka akan dibuka penawaran untuk umum.
Hingga saat ini, pemasukan dari pelabuhan Batuampar baru sekitar Rp200-300 miliar. Kelak, jika sudah dimodernisasi, ditargetkan Rp1 triliun pendapatan. “Minimal kita bisa tiru Johor, Malaysia. Kalau (meniru) Singapura, ya beratlah, karena di sana semua sudah komputerisasi,” aku Rudi.
Terakhir, dijelaskannya, visi besarnya adalah mengembangkan Bandara Hang Nadim. Landasan pacu akan ditambah menjadi dua, sehingga setelah nanti MRO (maintenance, repair, and overhaul) Lion Group dan satu lagi dari perusahaan Amerika beroperasi, maka dua landasan akan sangat supported.
“Itulah visi singkat saya, Bapak, Ibu, yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Kalau saya sampaikan semua, dua jam tak cukup. Jadi, kalau masih percaya kepada saya, bantu saya mewujudkannya,” kata Rudi yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. (*)
