batampos.co.id – DPR meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melakukan konsolidasi data guru honorer calon penerima subsidi gaji dari pemerintah. Lembaga yang dipimpin Nadiem Makarim itu juga harus gerak cepat dalam menyosialisasikan syarat-syarat yang harus dipenuhi para guru.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, rencana pemerintah memberikan subsidi gaji kepada para guru honorer perlu diapresiasi, meskipun agak terlambat. Rencana itu harus segera ditindaklanjuti Kemendikbud.

”Dengan segera mengirimkan data para guru honorer ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” ujarnya.

Dia menjelaskan, langkah cepat Kemendikbud dalam mengajukan nama-nama calon penerima akan memperbesar peluang para guru honorer untuk menerima subsidi gaji. Menurutnya, ada sekitar 3,3 juta slot penerima subsidi gaji guru honorer dan guru ngaji yang disediakan oleh pemerintah. Namun demikian tetap ada peluang bagi para guru honorer tidak bisa menjadi peserta program ini jika ada kendala administrasi.

Seperti diketahui slot subsidi gaji untuk para pekerja mencapai 15,7 juta, namun yang dinilai layak menerima hanya 12,4 juta slot yang terisi. Artinya, kata dia, tetap ada kemungkinan peserta yang tidak lolos karena persoalan administratif. ”Maka, Kemendikbud harus cepat mengkonsolidasikan data sekaligus menyosialisasikan program ini kepada para guru honorer,” urainya.

Saat ini, kata Huda, Kementerian Agama (Kemenag) telah bergerak mengumpulkan nama-nama guru ngaji dan guru honorer di berbagai lembaga pendidikan berbasis agama. Bahkan, Kemenag telah mengirimkan daftar nama potensial guru ngaji penerima subsidi gaji ke Kementerian Keuangan. “Kami berharap langkah ini juga segera dilakukan oleh Kemendikbud,” katanya.

Skema pemberian subsidi gaji kepada para guru honorer nantinya hampir sama dengan subsidi gaji bagi para pekerja. (lum/jpg/*)