batampos.co.id – Gas melon atau elpiji kemasan 3 kilogram
(kg) makin langka di Batu Aji dan Sagulung. Warga juga kesulitan mendapatkan gas dalam tabung hijau tersebut.

Tak heran, saat tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar inspensi mendadak (sidak) di Sagulung, Selasa (6/10/2020), mereka mendapati salah satu penyebab kelangkaan gas di masyarakat.

Yakni, gas melon kosong di pangkalan resmi namun tetap tersedia di pengecer namun dengan harga tinggi.

Bahkan, gas melon itu dibanderol antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 18 ribu per tabung.

Seperti, beberapa kios yang ada di kompleks pertokoan Tunas Regency, Kelurahan Seibinti, Sagulung, kedapatan menjejer banyak tabung gas melon di depan kiosnya.

Padahal, kios-kios tersebut bukan pangkalan elpiji resmi. Begitu ditanya petugas dari tim sidak yang awalnya menyamar, para pemilik kios menyebutkan tabung gas tersebut dijual Rp 25 ribu
hingga Rp 30 ribu per tabung.

Mengetahui itu, Kepala Disperindah Batam, Gustian Riau, berang. Seluruh tabung gas yang ada di depan kios disita.

Pemilik kios juga didata untuk ditindaklanjuti.

”Tak bisa ini bapak/ibu. Salah ini. Inilah yang membuat gas langka di masyarakat. Kalian ambil dari pangkalan dengan harga Rp 18 ribu, terus dijual lagi (dengan harga) di atasnya,” katanya.

“Ini akan saya tindak. Tak boleh lagi yang begini. Ini pangkalan yang kasih kalian gas juga akan saya cari,” tutur Gustian lagi.

Rombongan ini tidak saja berhenti di pedagang eceran, beberapa pemilik pangkalan juga didatangi.

Namun, temuan adanya pengecer di lapangan tadi, tidak bisa dibuktikan sebab pihak pangkalan semuanya mengelak memberikan elpiji 3 kg kepada pedagang eceran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan PT Pertamina kembali melakukan penarikan tabung elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dari pengecer. Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Ini akan kami telusuri terus. Tolong warga juga perhatikan. Kalau memang ada indikasi penyelewengan, tolong disampaikan ke kami. Pangkalan ataupun agen itu akan kami tindak tegas,” ancam Gustian.

Selain di kawasan Tunas Regency, rombongan yang sama juga menyisir deretan kios liar yang berada di sepanjang row jalan Simpang Barelang, Tembesi.

Di sana, petugas juga mendapati pedagang yang menjual gas secara eceran dengan harga mencapai Rp 30 per tabung. Gas-gas tersebut juga disita.(jpg)