batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada September 2020 mencapai 1.505 orang.

Angka ini mengalami penurunan 14,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni sebesar 1.754 kunjungan.

Salah satu penyebabnya, karena hantaman pandemi Covid-19 sejak Maret lalu.

”Selama lima bulan terakhir, sejak April-Agustus 2020, jumlah kunjungan wisman di Kota Batam turun drastis,” kata Kepala BPS
Kota Batam, Rahmad Iswanto, Selasa (6/10/2020) seperti dilansir dari Harian Batam Pos.

Secara kumulatif dari Januari sampai Agustus 2020, BPS mencatat total kunjungan wisman ke Batam mencapai 303.547 kunjungan, atau turun 76,15 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1.272.473 kunjungan.

Rahmad menyebutkan, penurunan kunjungan bulan Agustus terkait masih merebaknya wabah Covid-19 dan masih berlanjutnya pelarangan sementara orang asing masuk ke Indonesia yang dikeluarkan pemerintah melalui Menkumham RI yang berlaku sejak 2 April 2020.

Sehingga, dampaknya tentu masih sangat besar terhadap industri pariwisata yang ada di Kota Batam.

”Hal ini berlaku pada enam pintu masuk di Batam, yaitu Pelabuhan Feri Batam Center, Bandar Udara Hang Nadim, Pelabuhan Feri Internasional Sekupang, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Feri Harbour Bay, Pelabuhan Feri Waterfront Sekupang,” tuturnya.

Jika diperinci, wisman berkebangsaan Singapura, masih merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Kota Batam pada periode Januari hingga Agustus 2020.

Wisman Singapura ini mendominasi hampir setengah yakni 49,06 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kota Batam selama bulan Januari sampai dengan Agustus 2020.

Jumlah kunjungan terbanyak kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebesar 11,48 persen dari total kunjungan ke Kota Batam selama Januari-Agustus 2020.

Kunjungan terbanyak ketiga adalah wisman berke bangsaan India yaitu 3,84 persen dari total kunjungan selama periode yang sama.

Selanjutnya, kata Rahmad, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada bulan Agustus 2020 hanya mencapai rata-rata 19,31 persen atau turun 0,85 poin dibanding
TPK Juli 2020 sebesar 20,16 persen.

”Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada bulan Agustus 2020 adalah 1,59 hari atau turun 0,15 poin dibanding dengan rata-rata lama meng-
inap tamu pada Juli 2020,” terangnya.(jpg)