batampos.co.id – Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bentuk flu biasa dapat membantu tubuh membangun kekebalan terhadap pandemi saat ini, termasuk rhinovirus untuk melindungi tubuh dari Covid-19.

Sebuah studi dari Universitas Yale menganalisis infeksi dari rhinovirus dan virus influenza A dalam jurnal The Lancet Microbe.

Terinfeksi rhinovirus dapat melengkapi sistem kekebalan untuk membangun pertahanan terhadap virus lain. Dan tim tersebut saat ini sedang meneliti apakah hal yang sama dilakukan pada virus Korona.

Rhinovirus adalah infeksi virus paling umum yang menyebabkan flu biasa. Gejala berupa sakit tenggorokan, infeksi telinga, infeksi sinus, dan terkadang menyebabkan pneumonia.

Dalam studi tersebut, Dr. Ellen Foxman dan timnya menganalisis data klinis dari hampir 13 ribu pasien antara tahun 2016 dan 2019.

Salah satu cara yang mungkin untuk menghindari penyebaran virus Korona adalah gangguan virus, di mana infeksi satu virus melindungi dari virus lain yang terkait atau tidak terkait.

Dari data yang dibagikan oleh Dr. Foxman, hanya sedikit orang yang terkena virus rhinovirus dan virus influenza A.

Di tengah musim flu saat ini, para ahli belum mengetahui persis apakah flu biasa akan berinteraksi dengan virus Korona.

Dalam penelitian tersebut, ketika jaringan pertama kali terkena rhinovirus, jaringan tetap tidak terinfeksi oleh virus influenza.

Foxman mengatakan bahwa pertahanan antivirus sudah aktif bahkan sebelum terpapar flu.

Produksi sistem kekebalan dari interferon agen antivirus berlangsung selama lima hari, melindungi jaringan dari influenza.

“Flu biasa memicu interferon dari sel-sel yang melapisi jalan napas tempat yang sama di mana semua virus ini perlu berkembang. Seperti virus Korona dan semua virus di udara. Respons interferon merupakan mekanisme pertahanan umum terhadap semua virus, termasuk virus Korona” katanya seperti dilansir dari Science Times, Selasa (6/10/2020).

Di laboratorium, tim Foxman baru mulai melakukan eksperimen dengan interferon kimiawi pada sel yang terinfeksi virus Korona.

Peneliti berharap seperti penelitian sebelumnya, mekanisme pertahanan yang dipicu selama flu biasa akan berfungsi sebagai penyangga terhadap Covid-19 dan virus lainnya.

Namun, diakui peneliti, tidak seperti virus sebelumnya, Covid-19 agak kompleks. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa reseptor ini meningkat dengan interferon.

Saat ini, tim sedang fokus untuk memicu respons kekebalan umum terhadap virus Korona, meski itu hanya perlindungan sementara bagi orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi. Maka penelitian masih diperlukan lebih lanjut.(jpg)