batampos.co.di – Dua unit alat PCR Test portabel yang merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri akan tiba di Batam, hari ini, Kamis (7/10). Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri, kemarin.

Dua unit alat ini nantinya akan diserahkan kepada dua rumah sakit rujukan kasus Covid-19 Kota Batam. Yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. ”Insya Allah besok (hari ini, red) sampai,” kata dia.

Bisri menambahkan, saat tiba di Batam, alat akan diserahkan kepada pihak rumah sakit. Diharapkan adanya tambahan dua unit alat ini bisa membantu Pemko Batam dalam menangani Covid-19.

Kehadiran alat ini juga bisa mempercepat hasil tes swab warga yang menjadi suspect virus yang sudah tujuh bulan terakhir menyerang dunia ini.

Petugas yang akan mengoperasikan alat ini akan mendapatkan pelatihan dari Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Menurutnya, pelatihan tidak akan memakan waktu lama, sehingga pengoperasian alat bisa segera digunakan. ”Setelah alatnya diserahkan, kami akan minta petugas dari masing-masing rumah sakit ikut pelatihan, agar bisa mengoperasikan alat ini,” tambahnya.

Selain dua alat PCR portable, Dinkes Kepri juga menyediakan 1.000 alat pendukung dalam menunjang fungsinya PCR portabel ini. Alat ini bisa mempercepat hasil dalam waktu 3-4 jam. Hasil lebih cepat diketahui dari pada alat yang ada saat ini yang mencapai tiga hari.

”Nanti kalau sudah habis akan kami tambah lagi, yang penting bisa membantu dalam menyelesaikan persoalan dan menekan angka Covid-19 di Batam,” ungkapnya.

Cepatnya proses pemeriksaan akan mempersempit ruang penyebaran Covid-19 karena tim di lapangan bisa lebih cepat melakukan tracing dan penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi Covid-19. ”Mudah-mudahan bisa membantu,” tutupnya.

Sementara itu, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Batam makin meningkat. Terbaru, 41 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah guna menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Bertambahnya jumlah pasien sembuh, membuat komulatif pasien sembuh mencapai 1.252 pasien.

”Alhamdulillah, setiap hari ada yang sembuh. Mayoritas karyawan swasta dari berbagai perusahaan ada di Batam. Dari 41 pasien sembuh, 21 di antaranya klaster karyawan perusahaan,” kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (7/10). (*/jpg)