batampos.co.id – Jembatan Tuanku Tambusai atau yang biasa dikenal dengan sebutan jembatan 5 memiliki panjang 385 meter dan merupakan jembatan busur (arc bridge) dengan kontruksi beton bertuang yang pertama dan terpanjang yang pernah dibangun di Indonesia.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, mengatakan, jembatan 5 menghubungkan Pulau Rempang dan Galang.

“Jembatan 5 mempunyai bentang utama 245 meter dengan lebar jembatan 18 meter dan tinggi ruang bebas terhadap permukaan air laut adalah 27 meter,” jelasnya, Kamis (8/10/2020).

Ia menjelaskan, lebat perkerasan jalan adalah 2×7 meter dam lebar trotoar 2×1,6 meter. Serta memiliki tipe pondasi utama dengan sistem diapragma wall dan bored pile.

Pembangunan Jembatan 5 Barelang. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

“Kontraktor pembagunan Jembatan 5 Tuanku Tambusai adalah PT Istaka Karya, Subkontraktor PT Ballast Indoensia dan PT Freyssinet Total Technology,” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya, manajemen kontruksinya dilakukan PT Profes Cipta Wahana Teknik. Jembatan tersebut dikerjakan selama 1.257 hari dan selesai pada tanggal 25 Januari 1998.

Kemudian tenaga kerja yang terlibat di dalamnya adalah masing-masing 10-18 orang sarjana (engineer), 20-25 tenaga menengah dan pekerja 285-310 orang.

Jembatan Tuanku Tambusai atau yang biasa dikenal dengan sebutan jembatan 5 memiliki panjang 385 meter dan merupakan jembatan busur (arc bridge) dengan kontruksi beton bertuang yang pertama dan terpanjang yang pernah dibangun di Indonesia. Foto: BP Batam

“Sejalan dengan rencana, Pulau Galang akan dikembangkan menjadi daerah perdagangan dan jasa, pemukiman, kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar alam dan pariwisata yang andalannya wisata sejarah bekas penampungan pengungsi Vietnam,” tuturnya.

Jembatan 5 diberinama Jembatan Tuanku Tambusai yang merupakan pahlawan nasional dan seorang tokoh paderi terkemuka yang menentang penjajah Belanda.

Ia dijuluki “De Padrische Tijger Van Rokan” atau harimau Padri dari Rokan oleh Belanda.(esa/adv)