batampos.co.id – Irawan alias Wawan, nekat menjadi kurir narkoba jenis ganja sebanyak 6 kilogram (kg) dari Medan ke Batam.

Ia tergiur upah yang dijanjikan oleh Parulian yang besarannya hingga Rp 5 juta, yang akan digunakan untuk kebutuhan hidup.

Kemarin, Wawan menjalani sidang secara daring yang dipimpin majelis hakim dari Kantor Pengadilan Negeri Batam.

Sementara, ia mendengar dakwaan dari Rutan Kelas 1 A Batam. DIlansir dari Harian Batam Pos, jaksa penuntut umum (JPU) Deddy menjabarkan, bahwa terdakwa Wawan ditangkap pertengahan Juli lalu.

Saat itu, ia bersama Parulian (berkas terpisah) tengah berada dalam mobil di kawasan Nagoya dan ditangkap personel Polda Kepri.

Didalam mobil personel Polda Kepri mendapati 6 paket daun kering yang diduga ganja.

“Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika,” terang Deddy.

Surat dakwaan diperkuat keterangan saksi dari Polda Kepri. Keterangan saksi polisi dan dakwaan dibenarkan terdakwa Wawan.

“Iya benar, saya bawa ganja dari Medan,” ujar Wawan.

Kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Yudi, Wawan mengaku sudah 5 kali membawa ganja dari Medan ke Batam atas suruhan Parulian. Berawal dari upah Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

“Sudah 5 kali bawa ganja. Saya tergiur sama upah yang diberikan,” terang Wawan.

Karena kondisi susah di masa pandemi, ia tak menghiraukan larangan pemerintah.

Bahkan, ia tahu ancaman penjara seumur hidup bahkan hukuman mati jika tertangkap.

“Saya sudah siap dengan sanksi. Saya tahu ada ancaman hukuman mati. Kalau memang hukuman yang dijatuhi, saya siap,” ungkap Wawan.

Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang pun ditunda
hingga minggu depan dengan agenda tuntutan.(jpg)