batampos.co.id – Dunia saat ini tengah menghadapi krisis berskala global akibat pandemi Covid-19 yang melemahkan hampir seluruh sektor perekonomian. Proyeksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1 persen pada kuartal III-2020, meskipun angka tersebut mengalami perbaikan dari kuartal II yang menyusut sebesar 5,32 persen.

Ekonom senior dari CReco Research Institute Chatib Basri menegaskan, pulihnya perekonomian Indonesia membutuhkan waktu minimal satu tahun sejak didistribusikannya Vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Jika asumsi jumlah penduduk sebanyak 268 juta jiwa, maka setiap harinya pemerintah harus memberikan sekitar 730 ribu vaksin.

Tingkat keberhasilan distribusi vaksin ini pun ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kemampuan logistik dan kapasitas penyimpanan vaksin. Selama vaksin belum terdistribusi secara penuh, masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan agar perekonomian Indonesia kembali pulih,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (7/10).

Sementara itu Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengungkapkan, kenaikan jumlah investor merupakan pencapaian yang cukup baik meski kita dihadapkan pada situasi pandemi. Bahkan angkanya cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Pihaknya mencatat, investor harian meningkat 35 persen dibanding tahun lalu dan investor aktif naik dua kali lipat hingga mencapai 100.000 investor per hari. Di masa pandemi ini, pihaknya juga memanfaatkan teknologi informasi dengan meluncurkan layanan elektronik IPO untuk meningkatkan efisiensi proses IPO dan melindungi keselamatan investor.

“Penggalangan dana melalui IPO tetap bisa dilaksanakan dan kami optimis jumlah investor pasar modal akan terus meningkat,” tuturnya

Melihat situasi ini, Direktur Aldiracita Rudy Utomo mengatakan, Pandemi Covid-19 ini menjadi peluang yang baik untuk berinvestasi dengan memperhatikan sektor yang tidak terkena dampak Covid-19 atau setidaknya memilik risiko yang kecil. Aldira melihat sejumlah sektor saham masih menjanjikan untuk menjadi lahan investasi di tahun 2020.

Aldira merekomendasikan saham-saham di sektor farmasi akan meningkat seiring dengan pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan akan meningkatkan permintaan produk farmasi. Masyarakat kini sadar akan pentingnya kesehatan dan vaksin Covid-19 akan memasuki tahap pendistribusian.

“Saham sektor teknologi dan e-commerce diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan seiring disrupsi dan perubahan gaya hidup baru sejak pandemi dan di tahun mendatang,” ucapnya.

Disamping itu, slah satu instrumen investasi yang tepat di masa pandemi ini adalah Reksa Dana, karena memiliki keragaman tingkat risiko sehingga dapat disesuaikan dengan profil serta kebutuhan masing-masing investor. Direktur Utama STAR AM, Reita Farianti, mengatakan

“Untuk mencapai tingkat pengembalian yang optimal, pengelolaan dana sebaiknya diserahkan kepada manajer investasi yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan profil masing-masing investor,” tutupnya.(jpg)