batampos.co.id – Pada Desember 2020 persediaan air di waduk Muka Kuning diperkirakan akan kembali normal setelah interkoneksi waduk tersebut dengan waduk Tembesi selesai dikerjakan.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar, mengatatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan air baku di Kota Batam.

“Diperkirakan Desember nanti persediaan air di waduk Muka Kuning akan normal kembali, dengan program interkoneksi dari BP Batam,” jelasnya baru-baru ini.

Kata dia, interkoneksi waduk Tembesi-Muka Kuning merupakan salah satu upaya nyata BP Batam dalam menjaga ketahanan air di Batam.

Sehingga lanjutnya, masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan air bersih.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Batam, sumber air baku yang digunakan saat ini berasal dari enam waduk.

Badan Pengusahaan (BP) Batam memulai pelaksanaan pemasangan jaringan pipa (interconnecting) dari Waduk Tembesi ke Waduk Mukakuning. Proyek pemasangan jaringan pipa bernilai sekitar Rp 45,7 miliar. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Yakni Sei Harapan, Sei Ladi, Muka Kuning, Nongsa, Duriangkang dan Tembesi (belum beroperasi), dengan kapasitas waduk sebesar 25.360.990m3.

Dendi menjelaskan, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) IPA/WTP terpasang saat ini sebesar 3.160 liter/detik.
Sementara kapasitas produksi air bersih sebesar 3.991,62 liter/detik pada 2019 lalu.

“Proyeksi kebutuhan air minum didasarkan pada jumlah penduduk, kemudian jumlah dan jenis kegiatan perkotaan yang memerlukan air. Rata-rata pemakaian air di Pulau Batam 22m3/KK/bulan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan air terdiri dari domestik dan non domestik.

“Kebutuhan domestik adalah kebutuhan yang berdasarkan jumlah penduduk dan pemakaian air,” tuturnya.

Sementara kebutuhan non domestikadalah kebutuhan air untuk kegiatan penunjang kota yang terdiri dari kegiatan kemersial, industri dan kegiatan lain.

“Berdasarkan catatan konsumsi air dari PT ATB, sebesar 77 persen dari air produksi digunakan untuk domestik dan 23 persen digunakan untuk non domestik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan air hingga tahun 2045 sebesar 7.081 liter/detik. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih Kota Batam diperlukan beberapa potensi alternatif.

Salah satunya yaitu pemasokan air baku dari waduk Tembesi ke Muka Kuning untuk pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut.(esa/adv)