batampos.co.id – Pelabuhan Feri Internasional Batam Center masih beroperasi meskipun sepi penumpang.

Bahkan, pengelola pelabuhan, PT Synergy Tharada, mengaku tetap mengeluarkan biaya operasional hingga ratusan juta rupiah per bulan meskipun minus pemasukan.

Dilansir dari Harian Batam Pos, Manajer Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, tak menampik
pemasukan pelabuhan tersebut turun drastis.

Pihaknya juga merumahkan karyawan karena kondisi pelabuhan yang nyaris sepi dari penumpang umum, pasca ditutupnya pintu masuk di Singapura dan Malaysia.

”Kalau dibandingkan sebelum pandemi, ini sangat jauh turun. Karyawan saja hampir 70 persen dirumahkan,” ujar Nika kepada sejumlah wartawan.

Kondisi terkini Pelabuhan Internasional Batam Centre terlihat sepi dan gelap. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Meski nyaris tutup, Nika mengakui untuk biaya operasional pelabuhan, pihaknya masih mengeluarkan dana hampir Rp 400 juta per bulan. Di antaranya, untuk biaya listrik, air dan lainnya.

”Bagaimana ada pemasukan jika kondisinya seperti ini. Kami masih buka, karena melayani penumpang yang dideportasi. Pelabuhan lain sudah pada tutup,” terang Nika.

Dijelaskan Nika, pada hari biasa di akhir pekan, penumpang bisa mencapai 7-10 ribu penumpang per hari. Sementara pada hari biasa, jumlah penumpang bisa mencapai 5000-an.

Sedangkan di masa pandemi ini, jumlah penumpang hanya 400 orang per bulan.

”Sehari hanya ada dua kapal yang berangkat dan datang. Satu kapal tujuan Malaysia dan satu tujuan Singapura. Penumpang dari Malaysia rata-rata yang dideportasi, sedangkan penumpang umum itu wajib menunjukkan PCR yang hanya berlaku seminggu,” imbuhnya.

Nika juga tak bisa memastikan kapan pelabuhan tersebut akan kembali seperti semula dan berlaku untuk umum.

Menurutnya, hal itu tergantung dari dua negara yang menjadi tujuan kapal yakni Malaysia dan Singapura.

”Untuk informasi itu biasanya dari kedutaan langsung ke pemerintah, yang nanti diteruskan ke kami. Jadi, kami hanya menjalani kebijakan yang telah ada,” jelas Nika.(jpg)