batampos.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora bertekad membangun laboratorium antidoping di tanah air. Keinginan tersebut disampaikan Menpora Zainudin Amali saat mengadakan virtual meeting dengan President of the World Antidoping Agency (WADA) Witold Banka.

Tekad untuk membangun laboratorium memiliki beberapa tujuan. Salah satunya, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

Amali menyatakan, bentuk komitmen pemerintah terhadap Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) adalah meningkatkan rencana anggaran sekitar 500 persen pada 2021. ”Di antaranya, akan digunakan untuk peningkatan jumlah tes doping dan pembangunan laboratorium antidoping di Indonesia,” katanya.

Tes doping sangat penting bagi atlet. Namun, biaya yang dibutuhkan lumayan besar. Selama ini, mereka harus mengirim sampel tes ke luar negeri. Hal itu berdampak pada minimnya atlet yang melakukan tes.

Amali berharap tahun depan LADI bisa menjalankan program-program WADA untuk mengembangkan laboratorium doping di Indonesia. ”Oleh karenanya, kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia,” ujarnya.

Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih menyambut baik rencana pemerintah. Sebab, saat ini jumlah laboratorium antidoping masih sangat terbatas. Khususnya untuk wilayah Asia.

Untuk diketahui, di antara 30 laboratorium di seluruh dunia, hanya 2 yang berada di Asia Tenggara. Tepatnya di Penang dan Bangkok.

”Jadi, kalau kami kirim sampel, harus ke India, Qatar, atau Bangkok. Oleh karenanya, saya menyambut baik dan mendukung apa yang disampaikan Menpora yang berencana membangun laboratorium antidoping di Indonesia,” jelasnya.(jpg)