batampos.co.id – Seorang laki-laki dan perempuan diamankan Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim di Security Check Point (SCP) Pertama terminal keberangkatan, Minggu (11/10). Dari pemeriksaan petugas, ditemukan sabu seberat 117 gram, yang disembunyikan di dalam bra.

”Mereka pasangan, tapi bukan suami istri. Keduanya akan berangkat menuju Lombok dengan transit di Jakarta,” kata Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi, Suwarso, Minggu (11/10).

Berdasarkan kartu identitas yang mereka miliki, yang perempuan bernama Shanty Mariana, 39, berprofesi sebagai guru. Sedangkan yang laki-laki, Ade Sofyan, 36.

Namun, Suwarso sedikit sangsi dengan identitas perempuan tersebut. Karena, berdasarkan pengakuannya kepada petugas, ia mengaku bernama Tiara. Berbeda dari Kartu Tanda Penduduk yang dimilikinya. Selain itu, foto di KTP dengan wajahnya juga sedikit berbeda.

”Bisa jadi (KTP dipalsukan), tapi ini nanti didalami petugas berwenang.”

Kedua orang ini, kata Suwarso, tidak terlalu banyak bicara. Keduanya memilih diam, saat ditanyakan sabu itu didapat dari siapa. ”Cuma bilang Batam saja. Tapi karena sudah terlalu ramai, jadi dibawa langsung petugas Bea Cukai,” ucapnya.

Penangkapan ini, bermula dari kecurigaan petugas Avsec saat melihat gerak gerik kedua orang tersebut saat akan memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim. Petugas membiarkan keduanya masuk. Begitu memasuki pintu walkthrough, alarm peringatan berbunyi. Sehingga, petugas melakukan pemeriksaan manual.

”Perempuan diperiksa petugas perempuan, yang laki-laki diperiksa petugas laki-laki,” ucap Suwarso.

Begitu diperiksa manual, perempuan tersebut terlihat gugup. Petugas memeriksa bagian tangan, lalu di bagian dada. Di bagian itu, petugas merasakan ada yang aneh. Sehingga ia dibawa ke ruangan khusus, untuk mengecek secara keseluruhan.

”Ternyata memang ada sabu. Disembunyikan dalam pakaian dalamnya. Di tubuh laki-laki, kami tidak menemukan,” ungkap Suwarso. (*/jpg)