batampos.co.id – Lewat rapat kerja penanganan Covid-19 bersama Singapura, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin melobi Pemerintah Singapura untuk membuka akses bagi masyarakat Singapura berwisata ke kawasan tertentu di Provinsi Kepri. Kedua lokasi yang ditawarkan adalah Harbourbay, Batam dan Lagoi, Bintan.

“Kita tawarkan dua daerah ini sebagai project awal untuk pembukaan wisata bagi masyarakat Singapura. Sehingga bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” ujar Bahtiar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Jumat (9/10) lalu.

Pejabat Eselon I Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjelaskan, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi tidak baik. Sektor pariwisata merasakan dampak yang sangat besar.

Bahkan banyak perhotelan tutup, pekerja dirumahkan. Persoalan ini tentunya menjadi pekerjaan besar, maka dari itu pihaknya berupaya untuk meyakinkan Pemerintah Singapura.

“Kita dengan Singapura bukan hanya sebatas hubungan dagang ataupun hubungan politik. Tetapi juga hubungan budaya,” jelas Bahtiar.

Ditegaskan Bahktiar, pihaknya menghormati kebijakan negara seperti Singapura yang memproteksi warganya. Namun, pihaknya juga coba meyakinan mereka, bahwa Provinsi Kepri juga bisa memberikan proteksi yang sama kepada warga mereka yang ingin berwisata di Kepri, khusus di dua daerah itu.

“Kita juga memiliki aplikasi protokol kesehatan (prokes), sehingga bisa mendeteksi, ketika ada wisatawan keluar dari daerah yang kita rancang sebagai project wisatawan mancanegara di era new normal ini,” tegas Bahtiar.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Januari-Juli 2020 mencapai 405.752 kunjungan atau turun 75,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 1.623.977 kunjungan.(*/jpg)