batampos.co.id – Sekretaris Jenderal DPR RI menyebut, naskah UU Omnibus Law Cipta Kerja setebal 1.035 halaman dinyatakan final dan akan diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat. Sebab naskah setebal 905 halaman juga turut beredar pada hari pengesahan UU Omnibus Law tentang Cipta Kerja, Senin (5/10) lalu.

“Benar, itu yang dibahas terakhir yang surat 1.035,” kata Sekertaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar dikonfirmasi, Senin (12/10).

Dalam naskah setebal 1.035, terdapat keterangan RUU Cipta Kerja beserta penjelasannya telah mendapat persetujuan dalam rapat paripurna ketujuh DPR RI masa persidangan I tahun 2020-2021 pada 5 Oktober 2020, untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Bahkan, terdapat juga kolom tanda tangan atas nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Indra menuturkan, naskah setebal 1.035 sama seperti versi 905 halaman. Sebab, naskah tersebut telah dirapikan format dan redaksionalnya.

“Kemarin kan spasinya kan belum rata semua, hurufnya segala macam, sekarang sudah dirapikan,” ucap Indra.

Kendati demikian, Indra menyebut naskah tersebut masih akan dievaluasi dalam rapat pleno Badan Legislasi DPR RI. Setelah dievaluasi, akan diserahkan ke Pimpinan DPR RI.

“Siang ini masih mau difinalkan dulu. Itu yang terakhir dibahas sampai kemarin,” ucap Indra.

Indra pun membantah terkait anggapan belum ada naskah final UU Omnibus Law tentang Cipta Kerja. Dia pun memastikan, substansi UU tidak akan berubah dari yang sudah ditetapkan dalam rapat paripurna.

“Kalau sudah diparipurnakan enggak ada yang berubah lagi,” pungkasnya.(jpg)