batampos.co.id – Tiongkok lewat pejabat kesehatannya secara terbuka menjanjikan bahwa vaksin virus Korona yang efektif akan tersedia pada akhir tahun ini. Negara ini juga telah berkomitmen untuk membagikan vaksinnya pada belasan negara, terutama negara berpenghasilan rendah yang memiliki hubungan dekat dengannya.

Tetapi meskipun vaksin segera siap, beberapa ilmuwan mempertanyakan apakah negara tersebut akan mampu memproduksi dosis yang cukup untuk memenuhi komitmen internasional. Termasuk kesepakatan dengan masing-masing negara adalah cara terbaik untuk memastikan distribusi vaksin yang adil.

Kepala Ahli Biosafety di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok di Beijing, Wu Guizhen, mengatakan, dua vaksin yang dikembangkan oleh grup farmasi Shanghai Sinopharm akan tersedia pada November atau Desember. Vaksin sedang diuji di negara-negara termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Peru dan Argentina.

Pada 9 Oktober, Tiongkok juga mengumumkan telah bergabung dengan COVID-19 Vaccine Global Access (COVAX), upaya kolaboratif Gavi, the Vaccine Alliance, bersama dengan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi dan WHO. Tujuannya untuk menyediakan 2 miliar dosis vaksin untuk orang-orang yang paling rentan dan petugas kesehatan, terutama di negara-negara miskin.

Sekitar 80 negara kaya ‘swadana’ telah berkomitmen untuk mendukung prakarsa tersebut, kecuali Amerika Serikat. Pembuat vaksin Tiongkok telah mengembangkan empat dari sekitar lusinan kandidat vaksin terkemuka yang berada dalam tahap akhir pengujian di seluruh dunia.

Belum ada vaksin yang menyelesaikan uji coba fase III untuk memastikan keamanan dan kemanjuran. Tetapi Tiongkok nekat mengajak ratusan ribu orang di Tiongkok disuntik dengan salah satu dari empat kandidat vaksin itu sebagai otorisasi penggunaan darurat. Vaksin tersebut termasuk yang dikembangkan oleh Sinopharm, ditambah suntikan yang dikembangkan oleh pembuat vaksin yang berbasis di Beijing, Sinovac dan satu lagi oleh CanSino Biologics di Tianjin.

Di luar Tiongkok, harapan tinggi bahwa vaksin Tiongkok yang manjur akan segera tersedia. Pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengatakan kepada Majelis Kesehatan Dunia pada Mei bahwa vaksinnya akan tersedia secara global dan daftar negara yang telah dijanjikan Tiongkok terus bertambah.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pemimpin termasuk Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang, telah secara terbuka berjanji untuk membuat vaksin yang dapat diakses di Filipina, Kamboja, Burma, Thailand, Vietnam dan Laos, serta negara-negara Afrika dan Amerika Latin. Sinovac, yang sedang dalam uji coba fase III dan mengatakan hasilnya akan keluar pada akhir November, memiliki kesepakatan untuk memberikan 60 juta dosis ke São Paolo, Brazil, dan telah memberikan 40 juta dosis ke Indonesia.

Kepala satuan tugas vaksin Covid-19 pemerintah Tiongkok, Zheng Zhongwei, mengatakan bulan lalu, Tiongkok akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 600 juta dosis pada akhir tahun ini, dan satu miliar pada tahun depan. Tetapi mengingat negara itu berpenduduk 1,4 miliar orang di mana sebagian besar belum divaksinasi, maka masih belum cukup banyak tersedia untuk diekspor.(jpg)