batampos.co.id – Tiga Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri periode 2021-2024 menyampaikan visi-misi pencalonan mereka di hadapan DPRD Provinsi Kepri, Senin (12/10). Intinya, ketiganya sama-sama punya tekad memajukan Provinsi Kepri.

Gagasan-gagasan mereka untuk membangun Kepri, akan diakomodir 20 persen di APBD Provinsi Kepri 2021. Sebab, siapapun yang menjadi pemenang, tidak bisa ikut dalam pembahasan APBD 2021 karena masa pemilihan digelar 9 Desember 2020 dan kemungkinan pelantikan pada awal 2021. Sementara, APBD 2021 sudah harus diketok sebelum pergantian tahun.

Seperti dilansir Batam Pos, sesuai dengan nomor urut yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, pasangan nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan (SInergi) yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan PKB dengan total 15 kursi DPRD Kepri, mendapat giliran pertama menyampaikan visi-misi.

Pasangan tersebut mengusung visi “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau yang Maju, Mandiri, Sejahtera, Berakhlak, Berlandaskan Asas Kebersamaan, dan Gotong-royong.” Pasangan SInergi mengusung tujuh misi strategis. Pertama, peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkompetensi.

Kedua, mewujudkan kesejahteraan dan keadilan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang produktif. Ketiga, meningkatkan kinerja ASN yang bersih, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Keempat, memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah. Kelima, pembangunan wilayah hinterland dan sektor pariwisata serta pelestarian budaya. Keenam, mewujudkan supremasi hukum, penegakan hak asasi manusia, dan ketertiban umum. Ketujuh, memperkuat semangat gotong royong.

Berikutnya nomor urut 2 Isdianto-Suryani (Insani) yang mendapatkan dukungan politik dari Partai Hanura, PKS, dan Partai Demokrat dengan 13 kursi DPRD Kepri tersebut mengusung visi “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Maju, Gemilang, Religius, dan Unggul di Bidang Maritim.”

Visi tersebut dituangkan di misi mereka dalam beberapa poin. Pertama, meningkatkan kualitas layanan pendidikan formal dan non formal baik daerah perkotaan, perdesaan, kepulauan, maupun daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Wujudnya antara lain, menjamin akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas di semua level dari mulai tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini), taman kanak-kanak, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.

Kemudian, menjamin anak usia sekolah dari keluarga miskin ataupun rentan miskin mendapat pendidikan yang layak. Mendorong modernisasi sarana pendidikan termasuk menyiapkan digitalisasi sekolah untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Mendorong Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sejak usia dini di semua wilayah untuk memberdayakan generasi emas, sebagai upaya membangun SDM unggul dan berakhlak mulia.

Kedua, meningkatkan kualitas SDM pemuda dengan kegiatan olahraga terutama pembinaan melalui kompetensi dan menjamin akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional dengan memperhatikan aspek pengembangan potensi lokal.

Ketiga, memajukan kebudayaan melalui pelestarian budaya Melayu untuk menegaskan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu. Wujudnya, mengembangkan seni budaya kekinian berbasis budaya lokal dan budaya Nusantara dan mendorong rumah cagar budaya menjadi pusat kebudayaan dan menjadi tempat berkumpulnya pegiat dan penikmat seni.

Kemudian, mendorong kerja sama komunitas seni lokal dengan promotor festival bertaraf internasional untuk menghasilkan kolaborasi pertunjukan seni tingkat dunia di Kepri. Mengintegrasikan sekolah pariwisata dengan industri pariwisata dan budaya untuk mewujudkan Kepri destinasi wisata dan budaya.

Sementara itu, pasangan Ansar-Marlin (Aman) nomor urut 3 yang diusung Partai Golkar, NasDem, PPP, dan PAN dengan total sokongan kursi DPRD Kepri sebanyak 17 kursi, visinya adalah “Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya”.

Untuk mewujudkan visi di atas, Aman juga telah menyusun lima misi utama. Pertama, percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat.

Kedua, mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing dengan berbasiskan iman dan takwa. Ketiga, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, berorientasi pelayanan, dan berwawasan lingkungan.

Keempat, mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu dan budaya nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kelima, mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur antarpulau guna pengintegrasian dan percepatan pembangunan kawasan pesisir.

“Dengan penyampaian visi-misi tiga pasangan calon ini, maka masyarakat bisa menjadikannya dasar untuk menjatuhkan pilihan pada pilkada 9 Desember 2020 mendatang,” ujar Jumaga Nadeak, ketua DPRD Kepri.

Politisi PDI Perjuangan yang juga ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, DPRD adalah respresentasi masyarakat.

Maka dari itu, perlu untuk memberikan ruang penyampaian visi-misi ini. Selain itu, tujuan dari agenda ini nanti adalah untuk menjaring visi-misi terbaik masing-masing kandidat.

“Kita tahu masing-masing kandidat belum punya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Maka dari itu, kita akan mengakomodir 20 persen visi-misi masing-masing Paslon yang akan dibawa dalam penyusunan APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2021,” jelas Jumaga.

Menurut Jumaga, panggung yang diberikan DPRD bukan ajang untuk kampanye, tetapi hanya sebatas menyampaikan visi-misi. “Karena dalam situasi pandemi, kami juga memperketat dengan protokol kesehatan. Maka dari itu, terbatas jumlah yang bisa masuk ke dalam ruangan,” tutup Jumaga. (*/jpg)