Infografis aliibenk/batampos.co.id

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar, mengatakan, interkoneksi waduk Tembesi-Muka Kuning merupakan salah satu upaya nyata BP Batam dalam menjaga ketahanan air di Batam.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan air bersih. Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Batam, sumber air baku yang digunakan saat ini berasal dari enam waduk.

Yakni Sei Harapan, Sei Ladi, Muka Kuning, Nongsa, Duriangkang dan Tembesi (belum beroperasi), dengan kapasitas waduk sebesar 25.360.990m3.

Dendi menjelaskan, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) IPA/WTP terpasang saat ini sebesar 3.160 liter/detik.

Sementara kapasitas produksi air bersih sebesar 3.991,62 liter/detik pada 2019 lalu.

“Proyeksi kebutuhan air minum didasarkan pada jumlah penduduk, kemudian jumlah dan jenis kegiatan perkotaan yang memerlukan air. Rata-rata pemakaian air di Pulau Batam 22m3/KK/bulan,” tuturnya.(esa/adv)