batampos.co.id – Jumlah kasus positif Covid-19 di Batam terus bertambah. Data per Senin (12/10), bertambah 40 orang, sehingga total kasus 1.935. Sementara yang sembuh totalnya 1.632 orang dan meninggal 54 orang.

Sebelumnya, pada Minggu (11/10), ada penambahan 33 orang yang terpapar dengan total kasus 1.895. Dengan kesembuhan 1.630 orang, yang meninggal berjumlah 54 dan dalam perawatan 211 orang.

Dari data tersebut ada penambahan dua orang meninggal dunia yang sebelumnya sudah dalam perawatan saat terkonfirmasi positif Covid-19.

”Nomor kasus 1.880 dan 1.881. Namun, Batam tingkat kematian Covid-19 masih rendah,” kata Didi Kusmarjadi, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam seperti dikutip Batam Pos, Senin (12/10).

Mereka yang terkonfirmasi positif memiliki beragam pekerjaan mulai dari karyawan swasta 17 orang, pelajar lima orang, seorang guru swasta, aparatur sipil negara (ASN) BUMN satu orang, calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) satu orang, tenaga kesehatan (nakes) dua orang, wiraswasta satu orang, tidak bekerja satu orang, tiga orang ibu rumah tangga (IRT), dan belum sekolah satu orang.

”Kasus positif masih mayoritas dari klaster karyawan swasta, IRT, dan lainnya,” jelas Didi.

Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RSKI Covid-19 Galang, RS Budi Kemuliaan, RS Awal Bros, RS Elisabert Batam Kota, RS Soedarsono Darmasoewito, RSUD Embung Fatimah. Kasus tersebut terkonfirmasi dari kontak erat, kasus karena keluhan dan terpapar tanpa keluhan.

”Kasus yang sering ditemukan orang tanpa gejala (OTG). Mereka ini kita tempatkan di RSKI Covid-19 Galang,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah enam orang. Mulai dari IRT, anggota Polri, karyawan swasta, dan wiraswasta. Kesemuanya sudah melakukan isolasi dan sudah diperbolehkan pulang.

Didi menambahkan, beberapa hari ini terjadi peningkatan persentase kesembuhan bila dibandingkan penambahan kasus. Namun demikian, ia tetap mengimbau semua elemen masyarakat agar menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan.

”Mereka yang sembuh tetap melakukan protkes. Menggunakan masker, jaga jarak, dan jaga kesehatan,” tegasnya.(*/jpg)