batampos.co.id – Sebanyak 1.577 orang diamankan oleh Polri karena diduga terlibat kerusuhan saat demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja pada Selasa (13/10). Seluruhnya ditangkap diberbagai wilayah. Sebagian besar diamankan di wilayah DKI Jakarta berjumlah 1.523 orang.

“Berasal dari Ditreskrimum 512 orang, Polres Jaksel 145 orang, Polres Jakut 147 orang, Polres Tangerang Kota 185, Polres Metro Bekasi 173 orang dan Polres Tangsel 119 orang,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwonokepada wartawan, Rabu (14/10).

Argo mengatakan, dari seluruh massa yang diamankan, 47 di antaranya dinyatakan reaktif Covid-19 saat dilakukan rapid test. Mereka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat untuk diisolasi hingga menunggu hasil swab keluar.

Sementara itu, massa yang non reaktif akan menjalani pemeriksaan guna didalami keterlibatannya dalam unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja. “Di periksa dan kalau memenuhi unsur pidana diproses,” kata Argo.

Di sisi lain, Argo menyesalkan banyaknya massa yang ditangkap karena bertindak anarkis. Terlebih 806 orang di antaranya masih berstatus pelajar.(jpg)