batampos.co.id – Masa konsesi pengelolaan air bersih antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan ATB akan segera berakhir, 14 November pukul 23.59 WIB.

Tapi, tidak banyak sisi teknis yang bisa digali saat pergantian estafet, tepatnya di 15 November mendatang.

Badan Pengusahaan (BP) Batam sendiri sebagai pemberi konsesi, belum terlalu gamblang dalam memberikan penjelasan perihal teknis dari pengakhiran konsesi.

Saat ini, instansi pengelola investasi tersebut disibukkan dengan proses rekrutmen karyawan ATB, yang nantinya akan diperbantukan ke pengelola sistem penyediaan air minum (SPAM) berikutnya, yakni PT Moya Indonesia.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat elektronik (surel) kepada karyawan ATB yang telah mendaftar ke BP Batam, Mei lalu.

”Kami hanya mengumpulkan informasi terkait input program pelayanan SPAM di masa transisi,” kata Dendi, Selasa (13/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pekerjaan penyedotan sedimentasi pada penampung air hasil olahan (Clearwell) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang. Foto: ATB untuk batampos.co.id

BP Batam memberikan tenggat waktu hingga Selasa (13/10/2020) kemarin.

Setelah itu, Moya akan diminta mendatangkan tenaga kerja agar bisa mengoperasionalkan SPAM.

”Moya sudah menyatakan kesediaannya untuk mendatangkan 261 tenaga kerja ke Batam, jika memang jumlah tenaga kerja berpengalaman untuk pengoperasian SPAM di Batam belum terpenuhi,” ujar Dendi.

Ia juga mengatakan, jika masih ada kekurangan, maka akan merekrut tenaga kerja baru di Batam. Dan segera memberikan pelatihan kepada tenaga kerja tersebut.

”Rencananya para tenaga kerja tersebut akan mulai datang Minggu depan untuk segera memulai orientasi dan persiapan lainnya. Tenaga kerja tersebut sudah berpengalaman,” jelasnya.

Sedangkan, mengenai rencana pembentukan service business unit (SBU) milik BP Batam, Dendi tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyebut karyawan ATB yang diperbantukan di Moya nanti akan kembali ke SBU.

SBU ini nanti akan mengelola SPAM terhitung mulai pertengahan Mei mendatang, saat masa transisi berakhir.

Sedangkan mengenai tagihan pembayaran air, nomor pelanggan akan tetap sama, hanya nomor rekening tujuan berbeda.

Bukan lagi ke ATB, tapi ke rekening BP Batam. Jatuh tempo pembayaran juga sama, tetap tanggal 20 tiap bulannya.

”Untuk Pembayaran air bisa melalui bank, Kantor Pos, ataupun gerai-gerai Indomaret dan Alfamart dimana saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, pihaknya akan mengakomodir semua karyawan ATB yang ditempatkan di Moya.

”Kami akan mengakomodir semua karyawan ATB yang bersedia bergabung. Kita petakan dan sisanya akan kami suport dari grup untuk kemudian diberi pelatihan,” paparnya.(jpg)